**Borneonews, Surabaya** - Pengembangan talenta diakui sebagai kunci untuk meningkatkan daya saing suatu lembaga. Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufik, dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Diklat Kementerian Agama (Kemenag) di Surabaya, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Taufik menekankan pentingnya pengembangan talenta dibandingkan dengan sekadar memperkuat kapital. Ia berpendapat bahwa kualitas talenta akan sangat mempengaruhi kemajuan dan keberlangsungan suatu bangsa. "Peradaban dunia tidak hanya penguatan kapital, tapi talenta yang menentukan jatuh bangunnya bangsa kita," ungkapnya saat menjadi pembicara pada acara "Konference and Expose On Training".
Taufik menjelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dilatih dengan kesadaran akan dampak nyata dari pelatihan tersebut dalam meningkatkan kinerja. Ia menekankan bahwa pelatihan tidak boleh sekadar menjadi formalitas ataupun untuk mengejar sertifikasi yang tidak relevan. Kesadaran akan pentingnya pelatihan yang berkualitas adalah fondasi untuk menciptakan ASN yang efektif dan produktif.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Balitbang Diklat Kemenag yang berupaya tidak hanya untuk mentransformasi kompetensi ASN, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi. Taufik menyoroti berbagai inovasi yang muncul dari badan lembaga litbang, seperti terobosan dalam pemikiran, digitalisasi naskah, serta produk-produk kreatif lainnya.
Lebih lanjut, Taufik memuji upaya transformasi digital yang dijalankan oleh Kemenag. Dia percaya bahwa transformasi ini dapat menjadi acuan bagi instansi atau lembaga lain dalam meningkatkan efektivitas layanan mereka. Mengelola umat yang beragam dengan struktur organisasi yang kompleks memang menjadi tantangan bagi Kemenag. Namun, Taufik yakin bahwa dengan keseriusan yang ditunjukkan Kemenag, transformasi digital dapat sukses diterapkan dalam setiap layanan yang mereka tawarkan.
Salah satu inisiatif yang disebutkan adalah "MOOC Pintar," yang dikembangkan oleh Balitbang Diklat Kemenag. Inisiatif ini dipandang mampu menjangkau pelatihan untuk jutaan orang dan menghemat biaya hingga triliunan. Taufik menegaskan bahwa inisiatif semacam ini menunjukkan komitmen Kemenag dalam melakukan inovasi yang berdampak luas.
Suyitno, Kepala Balitbang Diklat Kemenag, menyatakan bahwa satuan kerja di bawahnya berfungsi ibarat "dapur" bagi Kementerian Agama. Tanggung jawab Balitbang Diklat adalah menciptakan ASN yang berkompetensi dengan merancang berbagai program pelatihan yang relevan. Dalam hal ini, diperlukan inovasi dalam setiap pelatihan sumber daya manusia agar program yang diluncurkan dapat diterima dan diterjemahkan dengan baik oleh ASN.
Suyitno menambahkan, Balitbang Diklat juga memiliki tanggung jawab besar sebagai penyangga kebijakan Kemenag. Mereka diarahkan untuk terus melakukan pembaruan terkait isu-isu keagamaan, pendidikan keagamaan, dan kemasyarakatan. Keduanya sepakat bahwa pengembangan talenta yang berkelanjutan adalah esensial untuk mencapai tujuan dan visi dari Kementerian Agama ke depannya.
ANTARA
Pengembangan Talenta Kunci Daya Saing ASN di Kemenag
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







