JAYAPURA –
**Borneonews, Timika** Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika, yang terletak di Provinsi Papua Tengah, akan mengelola dana otonomi khusus (otsus) pada tahun 2024 dengan besaran mencapai Rp12 miliar. Dana ini ditujukan untuk mendukung pembinaan kelompok petani binaan yang berasal dari Orang Asli Papua (OAP) di daerah tersebut. Kepala Distanbun Kabupaten Mimika, Alice Wanma, menjelaskan bahwa terdapat sebanyak 400 kelompok petani milenial yang menjadi fokus pembinaan pihaknya. “Kami membina petani milenial dengan usia maksimal 45 tahun, agar semangat dan potensi mereka dapat dimaksimalkan sebagai modal kuat dalam mendukung ketahanan pangan wilayah,” ungkapnya. Dana otsus yang disebutkan juga akan dibagi ke dalam beberapa bidang, yang meliputi bidang tanaman hortikultura dengan fokus pada pengembangan buah-buahan dan sayuran. Selain itu, terdapat juga bidang tanaman pangan yang akan menangani komoditas seperti jagung, umbi-umbian, dan padi. Sedangkan untuk bidang perkebunan, ada enam komoditas utama yang menjadi perhatian, yaitu kelapa, kelapa sawit, pinang, kakao, kopi, dan kelapa dalam. Salah satu aspek penting dari pengelolaan dana tersebut adalah penyuluhan dan pengembangan sarana prasarana pertanian. Hal ini akan difokuskan pada penguatan kelembagaan petani serta penyuluh melalui berbagai program pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di kalangan kelompok petani binaan. “Kami mengajak para petani milenial untuk mengikuti pelatihan terkait agribisnis dan teknik bercocok tanam yang tepat, sehingga mereka dapat memproduksi hasil pertanian yang berkualitas untuk dipasarkan,” jelas Alice. Dalam proses pembinaan ini, pihak Distanbun juga memberikan pendampingan khusus bagi kelompok petani OAP di Mimika. Pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari proses penanaman, pemanenan, hingga penjualan produk serta pengelolaan keuangan yang baik untuk mendukung keberlangsungan usaha pertanian mereka. “Meskipun para petani milenial telah memperoleh pelatihan dalam mengelola keuangan serta aspek teknis lainnya, pendampingan tetap diperlukan agar mereka dapat belajar secara konsisten dan mandiri dalam mengelola usaha pertanian yang mereka jalankan,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan para petani milenial dapat mencapai kemandirian dan ketahanan pangan yang tangguh di wilayah Mimika. ANTARA