BORNEONEWS, Palembang - Jalan sukses yang dilalui Komjen Tito Karnavian berbanding lurus dengan doa dan harapan orang tuanya. Dari pemberian namanya, orang tuanya berharap Tito Karnavian kelak menjadi pemimpin yang disiplin dan disegani.
"Itu harapan saya. Sejak dia kecil, saya memang berharap dia bisa menjadi pemimpin," kata ayahanda Tito, Achmad Saleh (77), alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (18/6/2016).
Tito diambil dari nama mendiang Presiden Yugoslavia, Josep Bros Tito, yang dikenal sebagai pemimpin negara yang disiplin serta disegani pada zamannya. Karnavian, kata Achmad Saleh, mengacu pada sebuah karnaval mahasiswa yang ditangani Achmad pada detik-detik menjelang kelahiran putranya itu.
Seperti kita tahu, Presiden Joko Widodo mengajukan Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri, pengganti Jenderal Badrodin Haiti yang akan memasuki masa pensiun Juli mendatang. Tito adalah tamatan Akpol 1987, jelas sebuah prestasi besar. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris itu, adalah jenderal polisi berbintang tiga termuda di jajaran Polri.
Saat ini, di atas Tito, masih ada para seniornya yang berbintang tiga. Antara lain, Irwasum Komjen Dwi Prayitno (angkatan 1982), Wakapolri Komjen Budi Gunawan (1983), Kepala BNN Komjen Budi Waseso (1984), dan Kabaharkam Komjen Putu Eko Bayuseno (1984). (*/N).








