BOGOR –
**Borneonews**, Kabupaten Bogor - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rudy Susmanto, telah mengambil langkah strategis dengan menggandeng perancang tata kota Ibu Kota Nusantara (*IKN*), Sibarani Sofian, untuk penataan kawasan Cibinong Raya. Dalam pernyataannya di Cibinong, Rudy mengungkapkan bahwa Sibarani Sofian akan dilibatkan dalam usaha mempercantik Cibinong sebagai ibu kota Kabupaten Bogor. Rudy menekankan pentingnya kolaborasi dengan Sibarani yang saat ini tengah merancang desain untuk *IKN*. Ia menargetkan bahwa penataan kawasan Cibinong Raya dapat dilaksanakan pada tahun 2025. “Ini adalah sebuah legacy dari kami, anggota DPRD periode 2019-2024,” ujarnya. Hal ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh siapapun bupati yang terpilih di masa mendatang. Sebagai langkah strategis, Rudy juga mengusulkan agar pada tahun anggaran 2025 direncanakan pembuatan rencana induk serta cetak biru konsep penataan Cibinong Raya. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan bagi Kabupaten Bogor yang lebih dinamis dan terencana. Cibinong Raya akan mencakup sejumlah kecamatan, yaitu Kecamatan Cibinong, Sukaraja, Babakanmadang, Citeureup, Klapanunggal, serta Bojonggede. Usulan ini sudah disampaikan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (*APBD*) 2025. Di samping itu, Rudy juga mengajukan rencana pembangunan Masjid Raya yang berlokasi di sekitar Stadion Pakansari. Hal ini untuk memenuhi keinginan masyarakat akan keberadaan masjid besar dekat kompleks stadion olah raga. Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan revisi terhadap rancang bangun rinci (*detail engineering design*) untuk pembangunan fasilitas Aquatic guna melengkapi sarana olahraga di Stadion Pakansari. “Dalam membangun bangsa dari Kabupaten Bogor, tahun ini kami juga mengusulkan beberapa kajian dalam *APBD* perubahan, seperti pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, serta program satu sarjana satu desa," imbuh Rudy. Penawaran ini menunjukkan komitmen DPRD Kabupaten Bogor untuk berkontribusi pada perkembangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. ANTARA