BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua KKD Dusmala Provinsi Kalimantan Tengah, Bias Layar memberikan bantuan untuk penyelenggaraan Festival Nariuk 4 di Desa Pulau Patai, Kabupaten Barito Timur.
Bantuan yang diserahkan oleh staf Bias Layar itu berupa uang tunai Rp3 juta, kipas angin 2 unit, rice cooker dan dispenser.
"Bantuan ini sebuah kepedulian merawat dan melestarikan adat dan budaya khususnya sub suku Dayak Maanyan yang harus kita jaga bersama," ujarnya Bias dalam keterangannya melalui pesan Whatsapp usai penyerahan bantuan, Selasa, 13 Agustus 2024.
Dia menambahkan bantuan itu sudah merupakan tugas pengurus Dusmala dalam bingkai pelayanan yang sudah biasa dilakukan selama ini.
"Tidak ada nuansa politis disini karena saya selaku Ketua Dusmala sudah melakukan selama 8 tahun ini, saya yakin warga Desa Pulau Patai sudah tahu tentang pelayanan kami," tegasnya.
Bias Layar berharap dengan bantuan tersebut membuat Festival Nariuk 4 dapat berlangsung dengan lancar dan meriah karena banyak doorprize disiapkan oleh panitia.
Bantuan tersebut mendapatkan sambutan positif dari Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi. Dia pun mengapresiasi kepedulian Bias Layar atas pelestarian budaya Dayak Maanyan.
--page
"Saya atas nama pribadi dan jabatan serta Panitia Festival Nariuk 4 mengucapkan banyak terima kasih atas sumbangan yg sudah di berikan oleh Bapak Bias Layar selaku Ketua Dusmala Kalimantan Tengah," ucapnya.
Festival Nariuk 4 akan diadakan di Lubuk Ulu Padang Desa Pulau Patai, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, tanggal 18 Agustus 2024 mendatang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Timur, Herawani mengatakan, Festival Nariuk kembali diadakan untuk mempertahankan atau melestarikan warisan budaya nenek moyang berupa cara menangkap ikan secara tradisional.
"Selain itu Desa Pulau Patai telah ditetapkan sebagai desa wisata di Barito Timur, maka ciri khas atau keunikan desa wisata sebagai daya tarik dan atraksi wisata dikemas melalui kegiatan Festival Nariuk. Festival ini menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun agar dikenal secara luas bahwa desa wisata pulau patai memiliki warisan budaya Nariuk," ujarnya.
Herawani menambahkan, Festival Nariuk tahun ini dibuat agak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga semakin menambah daya tarik bagi wisatawan.
"Perbedaan untuk tahun ini lomba dibuat dua kategori yaitu eksekutif dan umum. Kategori eksekutif akan diikuti oleh pejabat Forkompimda, Sekda, kepala perangkat daerah hingga camat. Sedangkan kategori umum diikuti masyarakat umum, termasuk peserta dari luar Barito Timur," ujarnya.
Biaya pendaftaran panitia menetapkan sebesar Rp50.000 kepada kategori eksekutif dan Rp25.000 kepada pendaftar kategori umum. Dengan uang pendaftaran sebesar itu, peserta akan mendapatkan fasilitas makan siang.
Pada festival tersebut panitia yang berasal dari Disbudparpora, Pemdes Pulau Patai dan Karang Taruna juga mengadakan lomba foto serta menyediakan hadiah total puluhan juta rupiah dan berbagai doorprize menarik dari sponsor.
--page
Dikutip dari website Disbudparpora Barito Timur visitbartim.com, Nariuk merupakan kebiasaan masyarakat Dayak dalam menangkap ikan secara tradisional dengan alat berbentuk tombak khusus yang dinamakan Tariuk.
Nariuk biasanya dilakukan pada musim kemarau saat air sungai mulai surut. Saat itu para pemburu ikan beramai-ramai masuk ke lubuk atau bagian sungai yang dalam dan menusuk-nusukkan Tariuknya ke dasar sungai.
Tariuk yang mengenai ikan akan ditandai dengan ujung Tariuk yang bergetar dan mengeluarkan bunyi. Pemilik Tariuk kemudian akan menyelam untuk mengambil ikan yang tertancap Tariuknya. (BOLE MALO/R)









