**Borneonews, Jakarta** - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan sedikitnya 2.744 lowongan kerja di berbagai bidang keahlian dalam bursa kerja (Job Fair) yang berlangsung di ITC Permata Hijau, tepatnya di Lantai LG, Kebayoran Lama. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi para pencari kerja agar dapat menemukan peluang yang sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuan yang dimiliki.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Hari Nugroho, menyatakan bahwa bursa kerja ini merupakan langkah awal untuk menyerap tenaga kerja serta mengurangi angka pengangguran di ibu kota. Ia menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan kewajiban pemerintah untuk mendukung masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan.
Hari juga berharap agar warga Jakarta tidak hanya memanfaatkan bursa kerja ini, tetapi juga dapat terlibat dalam program pelatihan yang telah disediakan oleh pemerintah di setiap wilayah. "Melalui pelatihan kerja, setidaknya mereka bisa menguasai suatu bidang pekerjaan untuk usaha mandiri, bahkan membuka lapangan pekerjaan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Selatan, Fidiyah Rokhim, menjelaskan bahwa tujuan dari bursa kerja ini adalah untuk memudahkan komunikasi antara pemberi dan penerima kerja. Ia berharap melalui kegiatan ini, tenaga kerja dapat terserap secara maksimal dan angka pengangguran di Jakarta dapat terus diminimalisir.
Fidiyah menambahkan bahwa ada 40 perusahaan yang berpartisipasi dalam bursa kerja ini, membuka lowongan untuk berbagai posisi atau jabatan, seperti teknisi, pemasar (sales), teknologi informasi (IT support), kasir, penjualan, hingga sopir. Selain itu, mereka juga menggelar Bazaar Jakpreneur yang diikuti oleh 10 binaan mereka, diharapkan inisiatif ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Bursa kerja di Jakarta Selatan ini berlangsung pada tanggal 13 sampai 14 Agustus 2024 di ITC Permata Hijau, Lantai LG, Kebayoran Lama.
Dinas Nakertransgi DKI Jakarta juga melaporkan bahwa tren pemutusan hubungan kerja (PHK) mengalami penurunan, dengan 31 kasus pada periode Januari sampai Juni 2024. Hal ini menunjukkan perbaikan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, dimana terdata sebanyak 307 kasus yang melibatkan 847 orang pekerja.
Selanjutnya, tingkat pengangguran terbuka DKI Jakarta pada akhir tahun 2023 tercatat 6,3 persen, yang menurun sekitar 1,54 persen dibandingkan dengan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2023. Upaya dan inisiatif ini diharapkan dapat terus berlanjut demi peningkatan lapangan kerja dan pengurangan angka pengangguran di Jakarta.
ANTARA
Bursa Kerja DKI Jakarta Sediakan 2.744 Lowongan Pekerjaan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







