JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta Harga pangan nasional pada tingkat pedagang eceran mengalami fluktuasi, berdasarkan catatan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pada 14 Agustus 2024, harga cabai rawit merah turun menjadi Rp65.310 per kilogram (kg), sedangkan harga bawang merah mengalami kenaikan menjadi Rp27.240 per kg. Data tersebut mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah dari waktu ke waktu. Informasi yang diperoleh dari Panel Harga Bapanas menunjukkan bahwa beberapa komoditas pangan mengalami perubahan harga yang signifikan. Misalnya, beras premium tercatat naik sebesar 0,19 persen atau Rp30 menjadi Rp15.580 per kg. Brand beras yang lain juga menunjukkan pergerakan harga yang berbeda, di mana beras medium turun sebesar 0,29 persen atau Rp40, sehingga harganya menjadi Rp13.550 per kg. Sementara itu, harga beras program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen atau Rp30, menjadikannya Rp12.610 per kg. Di sisi lain, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah, yang naik 4,33 persen atau Rp1.130 menjadi Rp27.240 per kg. Bawang putih bonggol naik 2,30 persen atau Rp920, dengan harga baru mencapai Rp40.890 per kg. Sebaliknya, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan sebesar 1,09 persen atau Rp500, sehingga kini harganya menjadi Rp46.520 per kg, sementara cabai rawit merah mengalami penurunan sebesar 1,24 persen atau Rp820, menjadi Rp65.310 per kg. Dari produk daging, harga daging sapi murni mengalami kenaikan kecil, yaitu 0,57 persen atau Rp770, yang menjadikannya Rp135.790 per kg. Daging ayam ras turut mengalami kenaikan, yang mana kini harganya mencapai Rp36.020 per kg setelah naik 2,30 persen atau Rp810. Telur ayam ras juga mencatatkan kenaikan sebesar 1,87 persen atau Rp540, menjadi Rp29.360 per kg. Dalam kelompok komoditas lain, kedelai biji kering (impor) terpantau turun 0,33 persen atau Rp40, menjadi Rp11.910 per kg. Sementara itu, gula konsumsi tercatat naik 1,06 persen atau Rp190, sehingga harganya mencapai Rp18.130 per kg. Informasi lebih lanjut menunjukkan bahwa harga minyak goreng kemasan sederhana turun 0,39 persen atau Rp70 menjadi Rp17.940 per kg, dan minyak goreng curah juga mengalami penurunan sebesar 1,06 persen atau Rp170, menjadikannya Rp15.880 per kg. Harga tepung terigu curah turun menjadi Rp10.140 per kg setelah penurunan 1,27 persen atau Rp130, sedangkan tepung terigu non curah mengalami kenaikan 1,87 persen atau Rp250, sehingga mencapai Rp13.590 per kg. Beralih ke harga jagung di tingkat peternak, tercatat mengalami penurunan sebesar 2,42 persen atau Rp140, menjadi Rp5.650 per kg. Namun, untuk harga garam halus beryodium, ada sedikit kenaikan sebesar 0,95 persen atau Rp110, menjadi Rp11.630 per kg. Di sektor perikanan, harga ikan kembung mengalami kenaikan hingga 2,94 persen atau Rp1.090, sehingga kini menjadi Rp38.120 per kg. Ikan tongkol juga mencatat kenaikan sebesar 2,39 persen atau Rp750, menjadikannya Rp32.180 per kg. Namun, harga ikan bandeng justru mengalami penurunan sebesar 3,89 persen atau Rp1.290, sehingga kini harganya menjadi Rp31.910 per kg. Data-data ini mencerminkan dinamika yang terjadi di pasar bahan pangan dalam negeri, yang dapat berpengaruh langsung pada konsumen dan perekonomian secara keseluruhan. ANTARA