BORNEONEWS, Sampit - Komandan Kodim 1015 Sampit, Letkol Inf I Gede Putra Yasa berkomitmen siap mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada beras. Untuk mewujudkan itu tentu membutuhkan kerjasama dan koordinasi antara TNI, pemerintah daerah dan juga petani.

“Untuk mewujudkan swasembada beras adalah tugas kita bersama, terutama di jajaran anggota Kodim 1015 Sampit,” kata I Gede Putra Yasa, Minggu (19/6/2016).

Dia berharap program pertanian yang digarap Kodim yang wilayahnya meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan ini berjalan sukses.

“Kami akan berusaha maksimal membantu pemerintah dalam percepatan peningkatan pertanian. Mudah-mudahan hasilnya juga seperti yang kita harapkan,” harap Gede.

Cetak sawah oleh TNI di Kotim dimulai pada Sabtu (27/2) lalu. Cetak sawah dilakukan seluas 200 hektare di Desa Lempunyang Kecamatan teluk Sampit yang saat itu dihadiri Komandan Korem 102/Panju Panjung Kolonel Arhanud Purwo Sudaryanto.

Kalimantan Tengah mendapat jatah cetak sawah 17.300 hektare yang terbagi di sembilan kabupaten. Yang paling luas Katingan dan Kapuas, masing-masing 5.000 hektare.

Pencetakan sawah ini merupakan kerja sama dengan pemerintah daerah. TNI yang dipercaya melaksanakan dengan sistem swakelola menggandeng mitra dan masyarakat setempat karena keterbatasan peralatan.

Pencetakan sawah di Kotim menjadi percontohan supaya bisa segera dilakukan tanam perdana. Jika berhasil, maka tahun depan akan diusulkan supaya daerah ini mendapat jatah cetak sawah lebih luas lagi.

Kotim dinilai sangat cocok sehingga memungkinkan dijadikan sentra padi, khususnya bagi Kalimantan Tengah. Lahannya masih luas dan pemerintah daerahnya memiliki komitmen besar mengembangkan sektor pertanian. Kegiatan ini juga untuk mendukung tekad pemerintah daerah mencapai swasembada beras pada 2017.

Percetakan sawah seluas 200 hektare di Desa Lempuyang itu, kini sudah mencapai 90%. Ditargetkan penanaman perdana di sawah tersebut dua pekan mendatang. (RAFIUDIN/m)