PALU –
**Borneonews, Sigi** Pemerintah Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung optimalisasi peran rumah potong hewan (RPH) modern sebagai pusat transaksi jual beli ternak di wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan upaya untuk menjamin ketersediaan produk ternak yang memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Pada tahun 2024, Pemkab Sigi berencana untuk membangun RPH modern di Desa Beka, Kecamatan Marawola. Lokasi tersebut strategis karena berdekatan dengan pasar tradisional Dolo dan pasar hewan di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Ihsan, menjelaskan bahwa rumah potong hewan ini akan dimanfaatkan untuk mengirimkan daging sapi ke berbagai daerah di Sulawesi Tengah, termasuk ke Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan. Ihsan menekankan bahwa dengan adanya RPH modern, Pemkab Sigi berkomitmen untuk tidak lagi mengirim ternak hidup ke Kalimantan, melainkan hanya daging beku. Narasi ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi peternak setempat. Dengan membatasi pengiriman hewan ternak, peluang akan terbuka bagi peternak di Kabupaten Sigi untuk memanfaatkan kulit dan tulang sapi menjadi kerajinan yang bermanfaat secara ekonomi. Ia menjelaskan potensi pengolahan kulit dan tulang sapi menjadi produk seperti tas dan souvenir gantungan kunci. Melalui cara ini, diharapkan peternak dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Ihsan juga mendorong masyarakat di Kabupaten Sigi untuk tetap semangat beternak, baik sapi, kambing, maupun babi. Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas peternakan, Ihsan berharap agar para peternak tidak merasa jenuh. Ia mendorong mereka untuk memotivasi diri dan berusaha agar nilai-nilai dari tiap unit peternakan terus meningkat dari waktu ke waktu. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat dukungan terhadap peternak dengan menyediakan bantuan sebanyak 1.000 ekor ternak setiap tahunnya, serta melakukan pengobatan hewan secara berkala. Ihsan menekankan pentingnya pelayanan kesehatan hewan, pengawasan, dan penanganan kesehatan ternak bagi masyarakat. Selama dua tahun berturut-turut, Kabupaten Sigi juga telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik untuk pelayanan kesehatan hewan. Alokasi dana ini sangat signifikan dalam membantu pemerintah daerah dalam penanganan kesehatan ternak, sehingga peternak merasa lebih aman dan tidak takut untuk mengejar usaha beternak mereka. Secara keseluruhan, pemerintah daerah menetapkan target ambisius terkait populasi ternak. Hingga tahun 2024, diharapkan populasi ternak sapi mencapai 100 ribu ekor, kambing 200 ribu ekor, dan babi 100 ribu ekor di Kabupaten Sigi. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat peternak di daerah tersebut. ANTARA