JAYAPURA –
**Borneonews**, Jayapura - Polres Jayawijaya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dengan aksi pembakaran yang terjadi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan. Insiden ini diduga dilakukan oleh massa aksi yang merupakan bagian dari forum lintas masyarakat dan pemuda bersatu yang berasal dari Kabupaten Tolikara. Aksi pembakaran ini berlangsung pada hari Rabu. Menurut informasi yang disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, peristiwa ini berlangsung di Jalan Hom-hom Wamena. Dia mengonfirmasi bahwa sekitar pukul 07.30 WIT, massa aksi melakukan pembakaran di Kantor KPU Papua Pegunungan. Pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 08.27 WIT untuk memadamkan api yang membakar gedung tersebut. Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, menjelaskan lebih lanjut bahwa pada waktu tersebut, massa aksi telah tiba dan berusaha untuk bertemu dengan Komisioner KPU. Namun, karena tidak berhasil menemukan para Komisioner, mereka mengambil tindakan untuk membakar kantor tersebut. Wibowo juga menyebutkan bahwa massa sempat melakukan perlawanan ketika aparat keamanan yang sedang bertugas di area sekitar kantor KPU berusaha menangani situasi tersebut. Dalam upaya merespon kejadian ini, personel dari Polres Jayawijaya dan Brimob Kompi D telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memperkuat keamanan. Selain itu, sejumlah senjata tajam juga berhasil disita dalam operasi tersebut. Pengamanan juga dilakukan terhadap 69 orang laki-laki dan 12 orang perempuan, yang kemudian dibawa menggunakan dua truk ke Mapolres Jayawijaya untuk proses lebih lanjut. Wibowo mengungkapkan bahwa latar belakang dari pembakaran Kantor KPU Papua Pegunungan ini diindikasikan terkait dengan surat dari KPU RI dengan nomor 2806/HK.06.4-SD/04/2024, yang berisi tentang pemberhentian sementara terhadap tiga Komisioner KPU Kabupaten Tolikara serta teguran keras kepada dua Komisioner lainnya. Saat ini, pihak kepolisian sedang menjalani proses hukum terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut. ANTARA