**Borneonews, Ukraina menyebut tidak berminat ambil alih wilayah Kursk milik Rusia**
Ukraina telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk mengambil alih wilayah Kursk, yang merupakan daerah perbatasan Rusia. Serangan yang dilakukan oleh Kiev pekan lalu di wilayah ini telah memicu evakuasi massal di beberapa lokasi perbatasan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, dalam sebuah konferensi pers di Kiev, menegaskan bahwa Ukraina tidak seperti Rusia yang menginginkan kepemilikan atas wilayah orang lain. "Ukraina tidak berminat untuk mengambil alih wilayah Kursk, tetapi kami ingin melindungi kehidupan rakyat kami," jelasnya.
Tykhyi juga mengungkapkan bahwa Rusia telah melancarkan lebih dari 2.000 serangan dari Kursk ke wilayah Sumy di timur laut Ukraina sejak awal musim panas. Menurutnya, kemampuan Ukraina untuk membalas serangan tersebut masih terbatas, yang menjadikan perlunya tindakan untuk membebaskan wilayah perbatasan dari pasukan Rusia. "Kami akan terus melakukannya dengan cara yang dianggap perlu untuk memastikan keamanan dan melindungi Ukraina," ujarnya.
Dalam konteks ini, Tykhyi menambahkan bahwa serangan yang dilakukan oleh Ukraina di wilayah tersebut juga membantu memperkuat posisi mereka di bagian lain dari garis depan, karena hal ini mencegah Rusia untuk memindahkan lebih banyak pasukan ke garis depan Donetsk. Ia menekankan bahwa tujuan dari serangan lintas batas tersebut adalah untuk melindungi nyawa rakyat Ukraina dan menjaga wilayah Ukraina dari serangan Rusia.
Lebih lanjut, Tykhyi mengklaim, "Semakin cepat Rusia setuju untuk memulihkan perdamaian yang adil, berdasarkan Formula Perdamaian, semakin cepat juga serangan Pasukan Pertahanan Ukraina di wilayah Rusia akan dihentikan." Ia menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ukraina merupakan hak sah mereka dalam rangka mempertahankan diri sesuai dengan Piagam PBB.
Di sisi lain, Rusia melaporkan bahwa pasukan Ukraina, yang mencakup tank dan kendaraan tempur lapis baja, telah menyerang posisi militer Rusia di dekat dua permukiman perbatasan di wilayah Kursk. Sejak serangan tersebut, Moskow mengklaim bahwa mereka telah berhasil menangkis serangan ke wilayah perbatasan oleh pasukan Ukraina serta menghadapi ancaman serangan udara yang dilancarkan ke Kursk dan sekitarnya.
Dalam perkembangan terpisah, pada tanggal 7 Agustus, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Ukraina melakukan provokasi berskala besar dan menembaki tanpa pandang bulu. Menanggapi tuduhan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Rusia yang membawa perang ke tanah Ukraina seharusnya merasakan akibat dari perlakuannya.
ANTARA
Ukraina Tegaskan Tidak Ingin Menguasai Wilayah Kursk Rusia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Komentar (0)
Memuat komentar…







