SAMARINDA –
**Borneonews, Tenggarong** - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Kalimantan Timur sedang melaksanakan upaya untuk menumbuhkan serta mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penyediaan kredit tanpa bunga. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat setempat dan menciptakan lapangan kerja. Pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang dilakukan mencakup berbagai bentuk dukungan, seperti bantuan peralatan untuk usaha. Selain itu, pemerintah juga memberikan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas bagi para pelaku usaha baru, sehingga mereka dapat lebih terampil dalam menjalankan usaha sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga memberikan fasilitas perizinan yang diperlukan oleh para pelaku UMKM. Fasilitas ini meliputi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Edar, serta Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT) dan sertifikasi halal. Dukungan perizinan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan bisnis mereka. Salah satu contoh keberhasilan dari pelatihan yang diselenggarakan adalah acara "Ngobrol Pintar Penuh Inspirasi" yang diadakan bersama Pelaku Ekonomi Kreatif Kukar. Acara tersebut berlangsung di Titik Nol Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong. Pada acara tersebut, hasil pelatihan membatik bagi komunitas tuna rungu "Sahabat Tuli Kukar" dipamerkan, menunjukkan kemampuan pelaku UMKM pemula. Bupati Edi Damansyah menekankan pentingnya pengawasan dan pengamatan terhadap kondisi riil di lapangan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah secara aktif memperhatikan kebutuhan masyarakat. Setelah melakukan kajian oleh tim, pemerintah kemudian akan memfasilitasi agar para pelaku usaha dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Titik Nol Kesultanan Kutai Kartanegara dijadikan sebagai lokasi yang difasilitasi oleh pemerintah untuk pengembangan UMKM berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif. Tempat ini diharapkan menjadi salah satu pusat kekuatan ekonomi di Kukar. Dalam upaya pemberdayaan UMKM, Pemkab Kukar juga memiliki program unggulan yang disebut Kukar Idaman. Salah satu implementasinya adalah kerja sama dengan Bank Kaltimtara dalam menyediakan kredit Kukar Idaman. Dalam program ini, pemerintah daerah memberikan akses permodalan melalui kredit dengan bunga 0 persen. Kredit ini ditujukan untuk UMKM, petani, nelayan, dan masyarakat yang ingin memulai usaha. Lebih lanjut, Bupati Edi menjelaskan bahwa kredit yang disediakan ini tanpa memerlukan jaminan. Selain itu, untuk memastikan kemudahan bagi masyarakat, semua biaya terkait asuransi dan administrasi peminjaman ditanggung oleh pemerintah. Hal ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk hadir dan mendukung masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. ANTARA