BORNEONEWS, Sampit - Pelanggan air bersih di Desa Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur mengeluh. Sudah tiga tahun lebih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah itu, tidak lagi menyuplai air bersih kepada warga setempat.
“Sudah tiga tahun air ledeng tidak jalan sama sekali,” ungkap Syamsul, warga Tumbang Sangai, Minggu (19/6/2016).
Apa yang menjadi kebutuhan warga menurut Syamsul tidak lagi mereka dapatkan. Padahal warga di wilayahnya sangat membutuhkan air untuk keperluan keluarga. Dia juga mengatakan bahwa tidak berfungsinya PDAM ini juga tanpa alasan pasti.
Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari sungai dengan ditampung lebih dahulu. Meski mereka tahu air disungai rasanya sudah tercemar karena saat dimanfaatkan untuk mandi warga merasa gatal-gatal.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu warga di sini. Kalau musim hujan seperti ini kami belum terlalu sulit ambil air, tapi kalau musim kemarau kami kesulitan. Walaupun ada air sungai, kalau musim kemarau bukan rasanya saja yang beda tapi juga warnanya makanya kami takuit kalau sungai tercemar,” keluhnya.
Untuk diketahui, Desa Tumbang Sangai merupakan wilayah perdagangan dan jalur ekonomi di wilayah hulu Kotawaringin Timur. Jarak tempuh menuju Tumbang Sangai dari Kota Sampit, ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini sekitar 4-5 jam.
Toyib, warga lainnya juga berharap yang sama. Pemerintah bisa memperhatikan nasib warga setempat karena air adalah menjadi kebutuhan dasar manusia. Dia berharap pemerintah bisa memperbaiki atau memfungsikan kembali PDAM di Desa Sangai Kecamatan Telaga Antang tersebut.
“Kami kesulitan mendapatkan air bersih yang langsung bisa dipakai untuk masak dan minum,” kata Toyib. (RAFIUDIN/m)








