JAYAPURA –
**Borneonews, Biak** - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Supiori, Papua, saat ini tengah melakukan langkah penting untuk melengkapi prasarana gedung perpustakaan di SD Negeri (SDN) Kecil, sebuah sekolah yang terletak di pulau terluar, terdepan, dan terisolir (3T) di Kampung Mapia. Kepala Disdik Supiori, Rafles Ngilamele, menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Disdik berkomitmen untuk menyediakan layanan perpustakaan yang bertujuan mendukung program literasi dan numerasi siswa di pulau terluar tersebut. Dengan adanya perpustakaan di sekolah, diharapkan tidak hanya akan menyediakan buku teks yang dibutuhkan siswa, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Rafles menambahkan bahwa di tengah era digitalisasi saat ini, akses terhadap semua buku pelajaran, pengetahuan umum, dan informasi pendidikan jauh lebih mudah. Para siswa dapat mengakses informasi tersebut secara *online* selama 24 jam, sehingga membuka peluang lebih luas untuk belajar dan berinteraksi dengan berbagai materi pendidikan. Selain fokus pada pengembangan perpustakaan, Disdik juga melakukan rehabilitasi ruang kelas di SDN Kecil Mapia. Untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar di daerah 3T ini, pihak Disdik telah mengirim dua guru sebagai dukungan tambahan. Meskipun letak geografis SDN Kecil di pulau terluar Mapia cukup terpencil, Rafles menekankan bahwa sarana prasarana sekolah dan tempat belajar siswa harus tetap tersedia. Kualitas pendidikan harus diutamakan tanpa mengabaikan lokasi geografis sekolah tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah kepulauan Kabupaten Supiori mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pemenuhan tenaga guru serta sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Pemkab Supiori berkomitmen untuk meningkatkan akses pelayanan pendidikan yang cepat, terjangkau, dan merata di semua satuan pendidikan lokasinya. Berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Kabupaten Supiori, jumlah siswa yang terdaftar di satuan pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kabupaten Supiori diperkirakan mencapai kurang lebih 10 ribu siswa. Upaya ini menunjukkan dedikasi pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua kalangan, terutama di daerah yang sulit dijangkau. ANTARA