BANDA ACEH –
**Borneonews**, Banda Aceh - Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh telah mengambil langkah penting dengan menutup jalur pantai barat pada Jalan Banda Aceh-Meulaboh di KM 61 akibat tumpahan minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO). Penutupan ini merupakan respons cepat terhadap insiden yang terjadi ketika sebuah truk tangki mengalami pecah ban dan terguling. Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, menyampaikan bahwa penutupan jalur berlangsung dari kedua arah. Untuk arah Banda Aceh, semua kendaraan dihentikan di kawasan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, sementara kendaraan dari arah Meulaboh dihentikan di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Kecelakaan kendaraan tersebut terjadi pada hari Rabu, tanggal 14 Agustus 2024, sekitar pukul 07.30 WIB. Tumpahan CPO ini diperkirakan telah mencakup area sepanjang satu kilometer, menciptakan kondisi berbahaya di jalan raya, terutama karena permukaan jalan yang menjadi licin akibat minyak sawit mentah. Dalam upaya untuk segera menangani situasi ini, pembersihan tumpahan minyak sedang dilakukan, melibatkan tim pemadam kebakaran yang telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Muhammad Iqbal Alqudusy menekankan pentingnya penutupan jalur ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan lain yang lebih serius, mengingat kondisi jalan yang tidak aman akibat pencemaran oleh minyak sawit. Selain itu, pihak Polda Aceh juga menyiagakan personel untuk mengatur lalu lintas di sekitar tempat kejadian guna mencegah kemacetan dan meminimalisir potensi masalah yang lebih besar. Kombes Pol Alqudusy menghimbau agar masyarakat tetap bersabar selama proses evakuasi truk tangki yang terguling dan pembersihan jalur berlangsung. Ia juga mengingatkan pengguna jalan untuk ekstra hati-hati, mengingat kondisi jalur yang licin akibat tumpahan minyak. ANTARA