BORNEONEWS, Kasongan - Ratusan nelayan Pegatan Kecamatan Katingan Kuala tetap nekat melaut, meski kadang gelombang di perairan Pegatan yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa itu mencapai lebih dua meter.

Beberapa nelayan Pegatan mengaku jika sejak beberapa hari terakhir gelombang laut di wilayah ini mencapai lebih dua meter.

"Kalau pas gelombang tinggi kita hanya melaut di tepi, karena kalau dipaksanakan ke tengah kapal kita bisa saja dihantam gelombang," ucap Hadi, salah seorang nelayan Pegatan, Sabtu (18/6/2016).

Menurutnya, para nelayan yang akan melaut menyesuaikan kondisi cuaca. Jika gelombang tinggi, maka mereka melautnya tidak jauh dari tepi pantai.

Tapi sebaliknya jika gelombang normal para nelayan akan melaut sampai ke tengah. "Jadi kita masih tetap melaut walau gelombang tinggi, yaitu menyesuaikan keadaan, kalau ombak besar kita menepi, dan saat gelombang normal sampai sedang baru ke tengah," imbuhnya.

Camat Katingan Kuala, Mariadi membenarkan jika ratusan nelayan Pegatan saat musim gelombang tinggi ini masih bisa melaksanakan aktifitasnya.

"Untuk sementara ini ratusan nelayan di wilayah kita masih bisa melaut, namun para nelayan menyesuaikan keadaan cuaca itu," sebut Camat Mariadi dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (19/6/2016). 

Menurut Mariadi, selain dikirim ke Kasongan, hasil tangkapan nelayan asal daerahnya ini juga banyak dibawa ke sejumlah daerah, seperti Sampit, Palangkaraya hingga ke Banjarmasin.

Sementara itu akibat gelombang tinggi harga ikan laut di Pasar Kasongan mengalami kenaikan harga. 

"Sekarang ikan laut jenis lajang kita jual Rp30 ribu per kilo dari sebelumnya Rp27 ribu per kilonya," kata Yadi, seorang penjual ikan. (ABDUL GOFUR/m)