**Borneonews**, Jakarta - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, Budi Waseso, yang akrab disapa Buwas, mengungkapkan pentingnya Gerakan Pramuka untuk tetap ada dan menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah. Ini bertujuan demi mencetak generasi yang berkualitas. Dalam peringatan Hari Pramuka ke-63, Buwas menyatakan bahwa keberadaan Pramuka sangat diharapkan oleh negara dan memiliki peran yang krusial dalam membangun generasi yang berkualitas.
Buwas menekankan, "Pramuka itu diinginkan oleh negara dan banyak peran serta pramuka dalam mewujudkan generasi yang berkualitas. Kita sudah menentukan sikap dan menjelaskan bagaimana sebenarnya pramuka itu dan apa dampaknya jika pramuka tidak diwajibkan lagi di sekolah. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat dari KWarnas untuk mengintegrasikan pendidikan pramuka ke dalam kurikulum pendidikan nasional.
Lebih lanjut, Buwas mengungkapkan bahwa pengenalan Pramuka harus dilakukan sejak dini untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi saat ini. Ia mengatakan, "Sekarang sudah makin banyak pengaruh-pengaruh dari luar ya, terutama teknologi. Sekarang generasi muda itu sudah dipengaruhi oleh hal-hal yang berdampak negatif. Nah ini juga harus kita antisipasi, justru di situlah bagaimana caranya kita membuat pramuka ini dikenal sejak dini."
Hal ini menjadi lebih relevan setelah adanya keputusan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang menyatakan bahwa Pramuka tidak termasuk dalam ekstrakurikuler wajib, melainkan dapat diikuti secara sukarela oleh siswa. Buwas berpendapat bahwa keputusan tersebut perlu dipertimbangkan. "Keputusan Mendikbudristek itu berkaitan dengan wajib atau tidaknya pramuka di sekolah. Ini tetap kita upayakan dan kita dari pihak pramuka, saya sendiri dengan pengurus kwartir daerah (kwarda) sudah membuat surat kepada Presiden," ungkapnya.
Buwas juga menjelaskan pentingnya pendidikan Pramuka bagi anak-anak usia dini, menegaskan bahwa organisasi ini merupakan bagian dari karakter bangsa Indonesia yang tidak dapat disamakan dengan pendidikan di negara lain. Ia menekankan, "Jadi kalau orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan pramuka, apalagi tidak pernah mengenyam pendidikan di Indonesia, lalu langsung menyamakan dengan pendidikan di luar negeri, itu tidak bisa. Kita tidak seperti itu, karakter kita berbeda, budaya, dan sejarah kita juga berbeda."
Selain itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil, juga menekankan pentingnya Dasa Darma sebagai pedoman untuk menjaga akhlak dan adab generasi bangsa. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma, seperti cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, serta kesucian dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, adalah esensial dalam membangun moral dan adab. "Akhlak penting, adab itu penting, jadi bukan hanya kecerdasan secara intelektual, melainkan moral, akhlak, dan adab itu adalah nilai-nilai tertinggi untuk menjaga bangsa ini," ujar Arum Sabil.
Dari pernyataan Buwas dan Arum Sabil, jelas bahwa Gerakan Pramuka memiliki peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia, sekaligus menghadirkan nilai moral yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat saat ini.
ANTARA
Pramuka Harus Jadi Ekstrakurikuler Wajib untuk Generasi Berkualitas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







