**Borneonews, Bantul** - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah melaksanakan tindakan nyata dalam menanggulangi dampak kekeringan yang melanda beberapa wilayah di daerah tersebut. Sejak awal tahun 2024 hingga pertengahan Agustus, BPBD Bantul telah berhasil mendistribusikan bantuan air bersih ke lima lokasi yang terdampak oleh kesulitan akses air bersih akibat kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat lima permohonan air bersih dari masyarakat. Dari lima lokasi tersebut, dua di antaranya mengalami kerusakan pada pompa sumur. Ia menegaskan bahwa semua permohonan tersebut telah mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Adapun lima lokasi yang telah menerima bantuan air bersih meliputi Kebosungu di Kelurahan Dlingo, yang mengalami kerusakan pompa dan telah mendapatkan satu tangki air. Selanjutnya, Muntuk di Kelurahan Muntuk juga mengalami masalah serupa, sehingga telah dibantu dengan empat tangki air. Selain itu, pondok pesantren putri di wilayah Bungsing, Kelurahan Guwosari, Pajangan, menerima delapan tangki air karena berkurangnya ketersediaan air tanah. Sementara itu, Pedukuhan Depok di Kelurahan Gilangharjo Pandak juga telah dibantu dengan empat tangki air. Terkahir, untuk Pedukuhan Rejosari di Kelurahan Terong, sebanyak dua tangki air didistribusikan kepada 10 Kepala Keluarga (KK) baru-baru ini.
Antoni juga menegaskan bahwa distribusi bantuan air bersih untuk wilayah yang terdampak kemarau atau rawan kekeringan tidak akan berhenti di sini. BPBD Bantul berkomitmen untuk terus memantau situasi dan responsif terhadap permintaan masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Rencana untuk melakukan koordinasi internal antara BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Tagana juga sedang dipersiapkan dalam waktu dekat.
Dalam tahun anggaran 2024, BPBD Bantul telah menyiapkan sebanyak 426 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan terkait kekeringan yang terjadi. Untuk mendukung program ini, armada yang disiapkan adalah dua tangki air bersih, dan BPBD juga berkolaborasi dengan PMI serta Tagana dari Dinas Sosial Bantul dalam upaya penanggulangan permasalahan air bersih di masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi secara optimal.
ANTARA
BPBD Bantul Distribusikan 426 Tangki Air Bersih di 2024
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







