JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah dan memimpin Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi-Pihak atau High Level Forum Multi-Stakeholder Partnership (HLF-MSP). Forum ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi global dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Acara penting ini dijadwalkan berlangsung pada 1-3 September 2024 di Bali, dan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan global yang semakin kompleks. Dengan lebih dari 1.000 peserta yang diharapkan hadir, forum ini akan melibatkan 31 Kepala Negara atau Pemerintahan, pejabat tingkat tinggi dari berbagai negara, organisasi internasional, bank pembangunan multilateral, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, filantropi, dan akademisi. Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, forum ini diharapkan menjadi momen strategis untuk mendorong dialog kebijakan dan memperkuat komitmen global terhadap pembangunan berkelanjutan. Tema yang diusung dalam forum ini adalah "Strengthening Multi-Stakeholder Partnerships for Development: Towards a Transformative Change". Tema ini diangkat karena capaian global terhadap implementasi Agenda SDGs 2030 dinilai masih jauh dari harapan, dengan hanya mencapai persentase sebesar 15 persen dari target yang berada di jalur yang tepat (*on-track*). Selain itu, banyak target lainnya mengalami penurunan, mengakibatkan lebih dari separuh populasi dunia berisiko tertinggal. Krisis global yang saling terkait, atau yang dikenal sebagai *polycrises*, seperti pandemi, ketimpangan sosial, ketegangan geopolitik, kemiskinan ekstrem, krisis keuangan, disrupsi rantai pasok, hingga krisis lingkungan, semakin menegaskan pentingnya reformasi dan penguatan tata kelola global. Usman menekankan bahwa di tengah tantangan multidimensi ini, kemitraan inklusif dan transformatif menjadi solusi yang krusial. Kemitraan tersebut perlu didukung dengan semangat kesetaraan dalam hubungan antara negara maju dan berkembang, serta pemenuhan hak pembangunan (*rights to development*) yang merupakan warisan dari Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Oleh karena itu, HLF-MSP 2024 dirancang untuk mendorong dialog kebijakan dan memperkuat komitmen dalam pembangunan global melalui kemitraan multi-pihak, serta memastikan keberlanjutan pembiayaan pembangunan. Forum ini juga akan mengidentifikasi faktor keberhasilan, praktik baik, dan pelajaran dari penerapan kemitraan multi-pihak di berbagai negara, yang diharapkan dapat mempercepat pencapaian SDGs. Berbagai sesi penting akan hadir dalam acara ini, termasuk sesi gabungan (*Joint Session*) yang akan dibuka oleh Presiden Indonesia, diikuti dengan penyampaian National Statement dari para Kepala Negara dan Pemerintahan. Selanjutnya, akan ada sesi pleno tingkat tinggi (*High Level Plenary Session*) yang membahas penguatan potensi Global South melalui kemitraan multi-pihak. Terdapat juga sesi paralel tematik (*Thematic Parallel Session*) yang terdiri dari 12 diskusi mendalam mengenai setiap sub-tema. Untuk mendukung keberlangsungan acara, akan diselenggarakan pula 16 sesi tambahan oleh berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan bilateral meeting yang diagendakan juga akan menciptakan lebih dari 50 pertemuan bilateral antara negara peserta. Untuk memeriahkan acara, kegiatan pameran akan menampilkan perusahaan swasta, BUMN, dan mitra pembangunan lainnya serta kegiatan kebudayaan yang mempromosikan budaya dan kuliner khas Indonesia kepada peserta HLF-MSP. Acara ini akan ditutup dengan gala dinner, yang merupakan kegiatan makan malam yang dihadiri oleh para Kepala Negara dan Pemerintahan. ANTARA