SURABAYA –
**Borneonews, Situbondo** - Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo, Nyai Khoirani, mengungkapkan bahwa Gerakan Pramuka saat ini telah melakukan adaptasi teknologi dan memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dalam sambutannya pada Upacara Hari Pramuka Ke-63 yang berlangsung di Alun-Alun Situbondo, Jawa Timur, Khoirani menekankan pentingnya keselarasan gerakan ini dengan kebutuhan zaman. Khoirani menjelaskan bahwa salah satu inisiatif yang diambil adalah pendirian sekolah pertanian terpadu yang bekerja sama dengan *Food and Agriculture Organization* (FAO). Kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan pertanian, tetapi juga mencakup pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan program kewirausahaan yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Menurut Khoirani, semua upaya yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka ini merupakan bagian dari kontribusi dalam menyambut Indonesia Emas Tahun 2045. Di bawah visi tersebut, Gerakan Pramuka difokuskan pada persiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi. Selanjutnya, Nyai Khoirani menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka telah menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda. Gerakan ini senantiasa berada di garda terdepan untuk membentuk anggota Pramuka yang memiliki jiwa Pancasila dan menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tema Hari Pramuka ke-63 ini, 'Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI', telah mencerminkan tujuan tersebut. Dia menambahkan bahwa saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan zaman yang penuh dengan ketidakpastian. Perkembangan teknologi dan komunikasi menyebabkan hilangnya batas-batas negara, yang menciptakan tantangan baru bagi generasi muda. Kegiatan negatif seperti judi *online*, perundungan, narkoba, pornografi, serta pengaruh budaya asing, sangat menggerus semangat gotong royong dan nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia. Dalam menghadapi situasi tersebut, Khoirani percaya bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis untuk mengelola tantangan yang ada saat ini. Gerakan ini memberikan pendidikan yang mencakup *life skills*, *soft skills*, dan *hard skills*, serta dilengkapi dengan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Semua aspek tersebut dianggap esensial bagi postur ideal seorang pramuka, yang diharapkan dapat menjadi generasi pembawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Gerakan Pramuka tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam berbagai bidang lainnya. Selain menyediakan sarana pengabdian masyarakat melalui kegiatan bakti seperti bedah rumah, mereka juga aktif terlibat dalam kegiatan lingkungan. Ini termasuk penanaman pohon, pembersihan fasilitas umum, menjaga sarana ibadah, serta sosialisasi tentang pentingnya hemat energi. Dengan segala upaya dan inisiatif tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi pilar yang kokoh dalam membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi di bidangnya, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan negara. ANTARA