SURABAYA –
**Borneonews, Madiun** - BPBD Kota Madiun, yang terletak di Jawa Timur, telah mengambil langkah proaktif dalam menjaga aliran sungai agar tetap bersih guna mencegah potensi banjir. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara rutin melakukan pembersihan tumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air, terutama menjelang musim hujan yang diprediksi akan datang. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Sumanto, menyatakan bahwa saat ini fokus pembersihan dilakukan di area aliran Jembatan Kali Piring di kawasan Bok Malang, Kelurahan Pilangbango. Lokasi ini dikenal rawan mengalami luapan air, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Pembersihan ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah potensi bencana yang dapat menyebabkan banjir. Menurut Sumanto, pihaknya membersihkan berbagai jenis sampah, termasuk kayu-kayu besar, yang dapat menyumbat aliran air. Jika tidak ditangani, penumpukan sampah ini bisa berakibat fatal, menyebabkan air meluap dan menggenangi jalan serta permukiman di sekitarnya. Oleh karena itu, tim BPBD Kota Madiun sangat serius dalam penanggulangan ancaman banjir dan tidak ingin "kecolongan" dalam menangani isu ini. Kegiatan pembersihan bukan hanya merupakan agenda tetap, tetapi juga dilakukan secara reaktif setelah menerima laporan dari masyarakat atau hasil inspeksi yang dilakukan oleh petugas di lapangan. Setidaknya dua kali dalam seminggu, petugas melakukan pengecekan di sejumlah sungai besar untuk memastikan bahwa aliran air tetap lancar. Mereka juga melakukan pengecekan di dalam gorong-gorong untuk memastikan saluran tidak mengalami penyumbatan. Dalam pelaksanaannya, pembersihan sungai ini melibatkan penggunaan alat berat yang dirancang untuk mempermudah proses pengangkatan sampah. Di samping itu, petugas juga melakukan pengerukan lapisan tanah yang berada di dasar sungai untuk meningkatkan kapasitas tampung air, sehingga risiko luapan air dapat diminimalisir. Sumanto juga memberikan arahan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area sungai. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta kepada warga agar segera melapor kepada petugas jika terdapat indikasi masalah, seperti penumpukan sampah atau kerusakan pada saluran air. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi banjir dapat ditekan serendah mungkin. ANTARA