JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai isu perombakan kabinet, ataupun reshuffle yang sempat mengaitkan namanya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Arifin setelah menghadiri acara Supply Chain & National Capacity Summit 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. "Saya mana tahu soal reshuffle kabinet," ucap Arifin ketika ditanya oleh awak media. Ia tampak enggan untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai isu tersebut dan hanya meminta agar semua pihak bersabar menunggu perkembangan yang ada. "Tunggu aja lah," tambahnya secara singkat. Meskipun banyak pertanyaan yang diajukan, Arifin memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai kabar perombakan kabinet yang tengah hangat diperbincangkan. Setelah memberikan tanggapan tersebut, ia langsung menuju mobil yang telah menunggunya, sembari menjawab beberapa pertanyaan lain dari media. Selain Arifin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga menyatakan ketidaktahuannya tentang rencana perombakan kabinet. Luhut pun mengungkapkan hal tersebut setelah menghadiri acara yang sama di JCC Senayan, Jakarta. "Nggak tahu saya soal reshuffle kabinet," jawab Luhut ketika ditanya oleh wartawan. Ia pun enggan memberikan komentar lebih lanjut dan menyatakan bahwa ia hanya akan menjawab sesuai dengan kapasitas yang dapat disampaikannya. "Saya jawab yang bisa saya jawab," imbuhnya singkat. Seperti halnya Arifin, setelah memberikan pernyataan yang ringkas, Luhut langsung bergegas menuju mobilnya tanpa elaborasi lebih lanjut mengenai isu yang tengah hangat. Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menekankan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi tentang perombakan kabinet. Yusuf menanggapi isu yang berkembang mengenai kemungkinan perombakan Kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat. "Kami belum mendengar tentang reshuffle kabinet. Bapak Presiden sudah sampaikan bahwa 'jika diperlukan'," ujar Yusuf dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Ia menekankan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Presiden Joko Widodo sebelumnya juga menegaskan bahwa perombakan kabinet hanya akan dilakukan jika memang dianggap diperlukan. "Ya kalau diperlukan. Saya 'kan sudah ngomong dari dulu, kalau diperlukan. Saya masih punya hak prerogatif itu," jelas Jokowi dalam salah satu kegiatan kerja di IKN. Ketika ditanya apakah reshuffle telah dirasa perlu saat ini, Presiden Jokowi hanya tertawa kecil. ANTARA