JAKARTA –
**Borneonews, IKN** - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan memberikan perhatian khusus kepada para investor domestik yang tertarik untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur. Pernyataan ini disampaikan setelah peresmian Plaza Seremonial di area Poros Nasional IKN, Rabu lalu, sebagai respon atas pertanyaan mengenai aliran investasi asing langsung ke ibu kota masa depan negara. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan bahwa Otoritas IKN (OIKN) telah menerima sebanyak 472 surat niat investasi. Ia menjelaskan, "Mereka (investor) sedang antre. Perlu dicatat bahwa kami menerapkan proses seleksi, yang berarti tidak semua orang dapat berinvestasi di sini." Pernyataan tersebut menggambarkan betapa banyaknya minat yang ada dari para investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Jokowi mengungkapkan bahwa setelah perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, pemerintah akan melanjutkan serangkaian upacara peletakan batu pertama untuk berbagai proyek konstruksi di kota tersebut. Pada pertemuan kabinet pleno pertama di IKN yang diadakan pada hari Senin, 12 Agustus, ia mengungkapkan bahwa total nilai investasi yang masuk ke Ibu Kota masa depan Indonesia telah mencapai Rp56,2 triliun (setara dengan US$3,4 miliar). Menurut presiden, sebanyak 55 investor telah melakukan peletakan batu pertama di kota ini, yang mencakup berbagai sektor seperti kesehatan, ritel dan logistik, energi, transportasi, perkantoran, perbankan, perumahan, ruang terbuka hijau, serta media dan teknologi. Hal ini menunjukkan keragaman sektor yang terlibat dalam pengembangan IKN. Sementara itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa empat perusahaan asing berencana untuk berinvestasi di Nusantara, dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai negara asal mereka. Ketika ditanya mengenai potensi investasi dari Dubai, Uni Emirat Arab, menteri tersebut menyatakan bahwa ia perlu mengecek data terlebih dahulu untuk memberikan informasi yang jelas. Lebih lanjut, Lahadalia menekankan bahwa pemerintah masih memfokuskan pengembangan IKN pada sektor properti dan fasilitas publik. Fokus ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi dan memberikan dampak positif bagi pembangunan Ibu Kota Nusantara ke depannya. ANTARA