BORNEONEWS, Palangka Raya - Komunitas Central Borneo Dog Lovers mengeluhkan tingginya kebiasaan warga di kota Palangka Raya mengonsumsi daging anjing. Umumnya daging-daging hewan peliharaan ini akan diolah dalam bentuk tongseng atau pun masakan rica-rica.

"Di Kalteng khususnya Palangka Raya meski jumlah penduduknya tak banyak namun penggemar daging anjing cukup tinggi. Ini mendorong semakin suburnya warung makan yang menjual menu daging anjing," kata Ketua Komunitas Central Borneo Dog Lovers, Ryan, Minggu, (19/06/2016).

Tingginya animo pendirian warung makan khusus daging anjing ini juga menimbulkan kegelisahan dari para pecinta dan pemilik anjing. Pasalnya akhir-akhir ini banyak terjadi pencurian dan peracunan hewan yang satu ini. Yang diracun akan mati dan yang dicuri tak pernah kembali.

"Takutnya yang dicuri inilah yang dijual lalu jadi menu rica-rica anjing itu," keluh Ryan.

Menurut Ryan, warga Palangka Raya yang gemar mengkonsumsi daging anjing ini lintas agama, usia dan latar belakang budaya.

"Banyak risiko kesehatan jika mengkonsumsi daging anjing, terutama penyakit rabies. Kita tidak tahu bagaimana kesehatan anjing, tidak seperti Sapi atau kambing," kata Ryan.

Jika tidak ada langkah pelarangan penjualan daging anjing maka target pemerintah bebas rabies tidak bisa tercapai.

"Sebenarnya kampanye stop konsumsi anjing merupakan pintu gerbang untuk mencegah konsumsi hewan tidak lazim lainnya seperti monyet," tutup dia. (TESTI PRISCILLA/m)