MATARAM –
**Borneonews, Lombok Tengah** - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengajukan usulan untuk pengembangan jaringan irigasi tambak garam kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas garam di daerah tersebut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Tengah, Nurjaman, menjelaskan bahwa pengembangan jaringan irigasi sangat penting agar aliran air laut dapat berjalan dengan lebih lancar. Menurutnya, kondisi tambak garam di Lombok Tengah saat ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan level air laut, sehingga diperlukan penataan jaringan irigasi yang efektif. Hal ini diharapkan dapat membuat air laut lebih cepat memasuki tambak garam yang dikelola oleh petani. Saat ini, luas tambak garam yang dikelola oleh petani di Lombok Tengah mencapai 150 hektare. Luasan tersebut tersebar di dua desa, yaitu Desa Kidang dan Desa Bilelando. Potensi produksi garam yang dapat dihasilkan dalam sekali panen di daerah ini diperkirakan mencapai 200 ton. Namun, perlu dicatat bahwa potensi pengembangan di sektor tambak garam di Lombok Tengah hanya terfokus di kedua desa tersebut. Di samping itu, Nurjaman juga menyoroti bahwa saat ini proses pembuatan garam belum bisa dilakukan karena kondisi air laut yang masih surut. Meskipun demikian, dengan mempertimbangkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pekatnya musim kemarau yang saat ini terjadi menjadi sinyal bahwa produksi garam akan mulai dilaksanakan. Untuk kebutuhan masyarakat, terdapat informasi mengenai stok garam di Lombok Tengah yang kini dinyatakan masih mencukupi. Nurjaman menggarisbawahi bahwa hasil produksi garam tahun 2023 ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Ia juga menambahkan bahwa stok garam di daerah tersebut tergolong aman, dan harga yang berlaku saat ini masih cukup menguntungkan bagi para petani garam. ANTARA