**Borneonews**, Jakarta - Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Atalia Kamil, mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan keputusan yang membuat Pramuka tidak lagi menjadi ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik. Menurutnya, tidak ada ekstrakurikuler lain yang dapat disetarakan dengan Pramuka dalam memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan siswa.
Atalia menegaskan, "Saya kecewa karena ketika sebuah program yang baik dihilangkan, maka harus ada program lain yang lebih baik dari itu. Nah, ketika tidak ada yang setara, saya sebutkan, tidak ada satupun yang setara dengan Pramuka, maka tolong ini diperhatikan kembali." Pernyataan tersebut disampaikan sebelum berlangsungnya kegiatan Upacara HUT Pramuka ke-63 di Jakarta.
Lebih lanjut, Atalia menjelaskan bahwa pada tahun 1961, Presiden Soekarno menggabungkan seluruh organisasi kepanduan yang ada di Indonesia menjadi satu gerakan bernama Pramuka. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena keberadaan organisasi kepanduan terbukti memberikan banyak manfaat, terutama bagi masyarakat dan peserta didik. Menurutnya, gerakan Pramuka tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk mengenal dan mencintai Tuhan, sesama, serta alam, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk bersosialisasi, berinteraksi, dan bertahan hidup di alam. Semua nilai tersebut berkontribusi penting terhadap pembentukan karakter anak di masa depan.
Atalia juga menyayangkan keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 yang menggantikan Permendikbud No. 63 Tahun 2014, yang berdampak pada status Pramuka yang kini tidak lagi diwajibkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Ia menjelaskan, selain manfaat yang dibawa oleh kegiatan Pramuka, proses pembuatan regulasi baru ini juga tidak melibatkan komunikasi dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. "Saya kira ini patut kita perjuangkan bersama-sama. Saya sendiri sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat merasa prihatin terkait dengan munculnya permendikbud ini, karena tidak melalui proses komunikasi, khususnya kepada Kwarnas, sehingga kita semua terkejut. Dan saya kira kita tetap akan memperjuangkan," ungkap Atalia.
Keseluruhan pendapat Atalia menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan Pramuka dan bagaimana gerakan ini dapat terus berkontribusi dalam pendidikan karakter bagi generasi muda di Indonesia.
ANTARA
Kwarda Jabar Tekankan Pentingnya Pramuka sebagai Ekstrakurikuler Wajib
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
Komentar (0)
Memuat komentar…







