JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan upaya untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda, terutama pelajar, di era digital. Melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah, OJK berkomitmen untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada para pelajar. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka membentengi diri dari berbagai penipuan yang berkedok investasi serta aktivitas keuangan ilegal yang kian marak. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menyatakan bahwa literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang esensial. Keterampilan ini harus dimiliki oleh setiap individu, termasuk generasi muda, agar mereka dapat mengelola keuangan mereka dengan bijak. Friderica menambahkan bahwa dengan pemahaman yang baik tentang produk dan layanan keuangan, pelajar diharapkan dapat terhindar dari tawaran investasi serta penggunaan produk atau instrumen keuangan yang ilegal, yang dapat menimbulkan kerugian di masa depan. Friderica juga menjelaskan bahwa pelajar sebagai bagian dari Generasi Z memiliki karakteristik seperti kemahiran dengan teknologi, kreativitas, keterbukaan terhadap perubahan, dan kecenderungan untuk berekspresi. Oleh karena itu, pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak dini sangat penting. Hal ini diperlukan agar mereka dapat menangkal gaya hidup yang dapat merugikan, seperti FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People Opinion). Dalam upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045, OJK menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan yang diikuti oleh 500 pelajar dari SMK Wisudha Karya Kudus di Jawa Tengah. Para peserta berasal dari berbagai jurusan, termasuk Teknik dan Bidang Pelayaran. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam rangka meningkatkan literasi dan akses keuangan bagi generasi muda serta guru, khususnya di Kudus. Dengan demikian, OJK berharap seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh manfaat dari program edukasi keuangan ini. ANTARA