JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan pentingnya penerapan paradigma *green productivity* atau produktivitas hijau di kalangan dunia usaha Indonesia. Meskipun penerapan konsep ini memerlukan investasi yang signifikan, strategi ini diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk masalah produktivitas yang dihadapi. Menurut Menaker Ida Fauziyah, penerapan *green productivity* tidak seharusnya menjadi pilihan bagi pelaku industri, melainkan sebuah keharusan. Dalam pidatonya di Seminar Nasional Green Productivity 2024 yang berlangsung di Jakarta, ia menggarisbawahi betapa pentingnya komitmen dari dunia usaha untuk mengimplementasikan paradigma ini. Dia menjelaskan bahwa transisi menuju produktivitas yang lebih ramah lingkungan mengharuskan adanya investasi yang cukup besar. Investasi tersebut mencakup biaya untuk penelitian dan pengembangan, pengadaan teknologi dan strategi produksi, pengelolaan limbah industri, serta pengembangan sumber daya manusia. Lebih lanjut, Menaker Ida Fauziyah menyampaikan bahwa penerapan produktivitas hijau akan berdampak pada harga penjualan dalam jangka pendek. Hal ini menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku industri dalam beralih ke proses produksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun, dalam jangka panjang, konsep *green productivity* diharapkan dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, diharapkan pula dapat mendorong penghematan biaya serta mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang lebih baik. Menaker juga memastikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya meluncurkan berbagai program yang mendukung percepatan produktivitas hijau. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan menjalin kolaborasi lintas sektor, melibatkan dunia usaha, sektor industri, dan pendidikan. Pelaksanaan seminar yang diadakan di Jakarta ini merupakan salah satu langkah yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat dan pelaku industri tentang pentingnya produktivitas hijau dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. ANTARA