**Borneonews, Cilacap**
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah melaksanakan distribusi bantuan air bersih yang signifikan dalam menghadapi krisis air pada musim kemarau. Hingga saat ini, BPBD telah mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 78 tangki, yang setara dengan total 390.000 liter untuk masyarakat yang terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Budi Setyawan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut termasuk dua tangki air bersih yang didistribusikan pada hari ini untuk warga Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap Tahun 2024 dan telah diterima oleh 4.016 keluarga, yang mencakup total 15.095 jiwa yang tersebar di 29 dusun, 15 desa, dan delapan kecamatan.
Adapun 15 desa yang mengalami dampak dari krisis air bersih terdiri dari Desa Bojong, Ujungmanik, dan Kawunganten Lor di Kecamatan Kawunganten. Selain itu, ada juga Desa Cimrutu, Rawaapu, dan Bulupayung di Kecamatan Patimuan, serta Desa Gintungreja dan Karanggintung di Kecamatan Gandrungmangu. Wilayah lain yang turut terdampak termasuk Desa Rawajaya di Kecamatan Bantarsari, Desa Karangkemiri, Mandala, dan Sawangan di Kecamatan Jeruklegi, Desa Panikel di Kecamatan Kampunglaut, Desa Kunci di Kecamatan Sidareja, dan Desa Karangbenda di Kecamatan Adipala.
Budi Setyawan juga mengimbau masyarakat, khususnya para penerima bantuan air bersih, untuk menggunakan air tersebut secara bijaksana. Hal ini penting mengingat puncak musim kemarau menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah berlangsung.
Meskipun demikian, BPBD Kabupaten Cilacap tetap berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat. Seluruh permohonan bantuan harus diajukan secara resmi oleh pemerintah desa setempat.
Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Bayu Prahara, menyoroti upaya pengusulan pembangunan sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan ini bertujuan untuk mengatasi masalah kekeringan yang sering melanda berbagai wilayah di Cilacap pada musim kemarau. Rencana tersebut mencakup pembangunan sekitar enam titik sumur bor di Kecamatan Patimuan dan Bantarsari.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wijaya Cilacap untuk penanganan jangka panjang di daerah-daerah yang rawan kekeringan. Berdasarkan informasi yang didapat melalui koordinasi ini, Perumdam Tirta Wijaya telah mengalokasikan sambungan baru untuk beberapa wilayah di Kecamatan Patimuan, khususnya di Desa Rawaapu untuk tahun 2024. Diharapkan pada akhir tahun ini, wilayah-wilayah tersebut sudah dapat teraliri air dari Perumdam Tirta Wijaya.
ANTARA
BPBD Cilacap Salurkan 390.000 Liter Air Bersih untuk Warga
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Komentar (0)
Memuat komentar…







