DENPASAR –
**Borneonews, Denpasar** - Kader Partai Golkar di Provinsi Bali telah mencapai kesepakatan untuk mengusung satu nama sebagai calon ketua umum, yaitu Bahlil Lahadalia. Ketua DPD Partai Golkar, Nyoman Sugawa Korry, menyampaikan bahwa dukungan ini telah diberikan kepada DPP Partai Golkar. Dalam pernyataannya, Sugawa Korry menegaskan, "Bali sudah ada nama yang jelas, Bali sudah memberikan dukungan satu nama saja." Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai siapa nama yang diusung untuk menggantikan Airlangga Hartarto, Sugawa Korry menegaskan bahwa pilihan jatuh kepada Bahlil Lahadalia. Ia menyatakan, "Iya, Pak Bahlil lah sudah." Penetapan Bahlil sebagai kandidat didasari oleh penilaiannya terhadap kapasitas dan kepemimpinan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tersebut. Sugawa Korry menjelaskan bahwa alasan mendukung Bahlil akan disampaikan lebih lanjut oleh DPD Partai Golkar Bali saat pelaksanaan musyawarah nasional. Di sisi lain, mundurnya Airlangga Hartarto menjelang pendaftaran Pilkada Serentak 2024 dianggap merupakan keputusan yang bijaksana. Sugawa Korry menyatakan, "Kami memaklumi keputusan Pak Airlangga itu diambil, karena beliau memikirkan kepentingan Golkar lebih besar." Sementara itu, untuk Provinsi Bali sendiri baru terdapat dua rekomendasi pasangan calon kepala daerah yang sudah diturunkan. Rekomendasi tersebut mencakup Pilkada Buleleng dengan pasangan Nyoman Sugawa Korry-Made Sundayana dan Pilkada Jembrana dengan pasangan I Nengah Tamba-Made Suardana. Sugawa Korry menambahkan bahwa mereka akan menunggu keputusan ketua umum terpilih hasil musyawarah nasional yang akan berlangsung pada tanggal 20 Agustus 2024. Dia juga mengingatkan bahwa masih ada delapan rekomendasi calon yang belum ditandatangani, yang akan diselesaikan oleh ketua umum yang baru setelah musyawarah nasional. "Tunggu munas dulu baru rekomendasi keluar, kan menunggu pengesahan di Menkumham juga," tuturnya, menandakan pentingnya proses tersebut untuk kelangsungan organisasi Partai Golkar di Bali. ANTARA