SAMARINDA –
**Borneonews**, Samarinda - Pengguna QRIS, yang merupakan sistem pembayaran non-tunai, di Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga Juni 2024, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 760.563, yang merupakan lonjakan sebesar 42 persen dibandingkan dengan jumlah pengguna pada Juni 2023. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, menyampaikan bahwa dalam periode yang sama, transaksi pembayaran non-tunai juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 287 persen (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 254 persen. Peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kaltim sejalan dengan pertumbuhan nominal transaksi QRIS yang tumbuh sebesar 233 persen (yoy). Angka ini juga lebih tinggi daripada bulan sebelumnya, di mana pertumbuhannya tercatat sebesar 216 persen (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran non-tunai semakin diterima oleh masyarakat. Peningkatan dalam jumlah penduduk, khususnya yang berkaitan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), diprediksi akan membuka peluang baru bagi masyarakat Kaltim untuk meningkatkan produksi dan perdagangan bahan pokok penting (bapokting). Komoditas bahan pangan dan sejenisnya menjadi fokus utama dalam hal ini. Peluang usaha yang muncul dari pertumbuhan ini dapat mendukung ekonomi Kaltim serta meningkatkan ketersediaan pangan lokal. Tentu saja, hal ini diharapkan juga akan mendorong transaksi non-tunai lebih lanjut. Rencana pemerintah untuk memindahkan sebanyak 1.740 Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN secara bertahap, dimulai pada September 2024, diyakini dapat meningkatkan konsumsi masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Kaltim dapat didorong dari sisi pengeluaran serta sektor terkait seperti transportasi, akomodasi, dan makanan serta minuman. Budi juga menekankan bahwa selain meningkatkan penggunaan kanal pembayaran non-tunai, termasuk QRIS, peningkatan jumlah penduduk juga akan berkontribusi pada meningkatnya jumlah uang yang beredar di Kaltim. Dengan demikian, tidak hanya pembayaran non-tunai yang akan meningkat, tetapi juga penggunaan pembayaran tunai. Selain itu, Budi menjelaskan bahwa Kaltim terus menguatkan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan penggunaan pembayaran non-tunai. Bank Indonesia pusat pun tak tinggal diam, melainkan bertindak untuk memperluas penggunaan QRIS hingga ke mancanegara, mencakup tidak hanya Benua Asia tetapi juga sejumlah negara di Benua Eropa. ANTARA