BATAM –
**Borneonews, Tanjungpinang** Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengumumkan pembatalan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP untuk tahun ajaran 2024/2025. Keputusan ini diambil sebagai dampak dari defisit anggaran yang tengah dihadapi. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Salbiah, menyampaikan bahwa tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang mengambil keputusan ini karena kondisi anggaran yang kurang mendukung. Awalnya, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang telah mengalokasikan dana sekitar Rp3,7 miliar untuk pengadaan seragam sekolah gratis, yang ditujukan bagi 3.000 siswa SMP dan 2.000 siswa SD di wilayah tersebut. Alokasi anggaran ini semestinya diambil dari APBD murni Pemkot Tanjungpinang tahun anggaran 2024. Namun, keadaan defisit yang dialami oleh APBD menyebabkan program ini tidak dapat direalisasikan. Salbiah menegaskan bahwa keputusan tersebut berada di tangan TAPD Pemkot Tanjungpinang dan pihaknya tidak memiliki banyak pilihan dalam hal ini. Ia juga menginformasikan bahwa pembatalan program seragam sekolah gratis ini telah disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Teguh Ahmad Syafari, kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kota Tanjungpinang. Kepala sekolah kemudian diminta untuk menyampaikan informasi ini kepada orang tua atau wali murid, karena mereka dipandang lebih dekat dengan masyarakat. Salbiah mengharapkan agar para kepala sekolah dapat membantu menjelaskan kepada orang tua siswa agar dapat memahami kebijakan pembatalan seragam sekolah gratis ini. Di tengah situasi ini, salah seorang orang tua siswa SD di Kota Tanjungpinang, Anita, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah kota yang membatalkan program seragam sekolah gratis pada tahun ini. Ia menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kota selalu memberikan bantuan pendidikan berupa seragam sekolah untuk siswa baru di tingkat SD dan SMP. Anita menyoroti bahwa keputusan mendadak untuk tidak melanjutkan program tersebut sangat mengecewakan, terutama dalam kondisi ekonomi sulit saat ini. Ia berharap agar Pemkot Tanjungpinang dapat merealisasikan kembali program seragam sekolah gratis dengan memanfaatkan APBD yang ada untuk kegiatan-kegiatan yang dianggap prioritas, termasuk bantuan pendidikan untuk meringankan beban orang tua siswa. ANTARA