JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia (BRIN) bekerja sama dengan Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang untuk menyelenggarakan pelatihan epidemiologi berbasis limbah (WBE) di Bogor, Jawa Barat, dari tanggal 12 hingga 20 Agustus. Menurut pernyataan yang diterima dari BRIN, kegiatan pelatihan penelitian tersebut juga didukung oleh Universitas Kanazawa dan Yachiyo Engineering Co., Ltd. di Jepang. Harimurti Nuradji, Kepala Pusat Penelitian Veteriner BRIN, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan penelitian bersama dengan tujuan memperoleh informasi komprehensif mengenai kesehatan masyarakat serta upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Nuradji menekankan pentingnya penerapan WBE di Indonesia untuk menganalisis limbah dengan tujuan mendeteksi penyakit dalam suatu komunitas. Melalui langkah ini, Indonesia akan mampu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap pandemi dengan cara yang berkelanjutan. Dia menambahkan bahwa meskipun beberapa negara telah menerapkan WBE, konsep ini belum sepenuhnya diimplementasikan di Indonesia. Oleh karena itu, selama kegiatan ini, mereka akan belajar bagaimana menerapkan konsep tersebut di tanah air. Lebih lanjut, Nuradji menjelaskan bahwa program pelatihan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peneliti BRIN dalam melakukan pemeriksaan dengan menggunakan konsep WBE serta memperbaiki kemampuan mereka dalam pengambilan sampel dan analisis data yang diperoleh secara umum. Pejabat tersebut berharap bahwa kegiatan ini juga dapat membantu Indonesia memperkuat infrastruktur penelitiannya dan memperkuat kerja sama BRIN dengan pemangku kepentingan terkait. Nuradji menutup pernyataannya dengan harapan agar hasil dari pelatihan ini dapat mendorong penelitian epidemiologi bersama, yang pada gilirannya akan mendukung upaya Indonesia dalam mencegah penyakit menular dan mengatasi potensi pandemi di masa depan. ANTARA