JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago, menekankan bahwa sumber dari berbagai masalah yang dihadapi Jakarta saat ini berakar dari tekanan pertumbuhan penduduk di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang sering disingkat sebagai Bodetabek. Menurut Andrinof, pertumbuhan penduduk di Bodetabek yang sangat tinggi menjadi penyebab utama problematika di Jakarta. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa masalah seperti banjir dan kemacetan di Jakarta bukan hanya disebabkan oleh ketidakmampuan dalam mengelola, tetapi juga oleh keterbatasan sumber daya yang ada untuk mengelola ketidakstabilan tersebut. Ia menegaskan bahwa jika kesenjangan yang ada tidak segera ditangani, satu-satunya solusi yang dapat diambil adalah mengurangi beban tekanan yang ada terhadap Jakarta. Andrinof melanjutkan bahwa untuk memudahkan penataan Jakarta, perlu ada langkah-langkah strategis yang mengatasi tekanan pertumbuhan penduduk di Bodetabek. Selama 23 tahun terakhir, wilayah Bodetabek mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan, yaitu sekitar 60 hingga 80 persen. Di sisi lain, Jakarta menunjukkan pertumbuhan penduduk yang relatif stagnan, mengingat banyak warga Jakarta yang memilih untuk pindah ke wilayah pinggiran demi mencari lokasi yang lebih terjangkau dan nyaman. Tekanan pada Bodetabek semakin bertambah dengan adanya penduduk baru yang datang dari wilayah di luar Jabodetabek. Hal ini memicu tuntutan yang semakin tinggi terhadap layanan transportasi, pengelolaan sampah, serta peningkatan polusi udara yang disebabkan oleh jumlah kendaraan pribadi yang terus bertambah. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan kependudukan yang lebih luas di tingkat nasional. Andrinof juga menyoroti bahwa pemindahan ibu kota menjadi solusi untuk mengurangi pusat magnet kependudukan dari Jabodetabek ke wilayah tengah dan timur Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meredistribusi pergerakan penduduk dari berbagai kawasan di Nusantara dan mencegah penumpukan penduduk dalam satu wilayah. Sebagai catatan, Ikatan Konsultan Nasional Seluruh Indonesia (Inkindo) juga menyatakan bahwa beban Jakarta yang telah mencapai ambang batas menjadi salah satu alasan pentingnya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Penurunan muka tanah, banjir, dan kepadatan lalu lintas adalah indikator jelas dari beratnya beban yang ditanggung Jakarta. Rencana pemindahan IKN sudah dipertimbangkan sejak lama, termasuk rencana pemindahan ke Jonggol, Kabupaten Bogor, dengan berbagai pertimbangan yang matang. Inkindo optimis bahwa pembangunan IKN akan mendorong pemerataan pembangunan di provinsi-provinsi yang ada di kawasan timur Indonesia, sehingga diharapkan dapat mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia. ANTARA