“Sampai saat ini (Minggu (19/6) siang). Kecamatan Tewah masih unggul dalam perolehan medali. Namun masih banyak lomba yang belum dilaksanakan dalam kegiatan Festival Budaya Mihing Manasa,” kata Lumer.
Dia menyampaikan, untuk sementara Kecamatan Tewah mengumpulkan 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Kemudian disusul Kecamatan Kurun dengan mengumpulkan 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Selanjutnya, Kecamatan Miri Manasa 2 emas dan 1 perak, Kecamatan Sepang mendapat 1 emas dan 2 perak.
Kemudian, Kecamatan Rungan Hulu mengumpulkan 1 emas dan 1 perak. Kecamatan Kahayan Hulu Utara mendapat 1 emas dan 1 perak, Kecamatan Damang Batu mendapatkan 1 emas dan 3 perunggu. Berikutnya, Kecamatan Mihing Raya mendapat 1 emas, Kecamatan Rungan mendapat 2 perak dan 2 perunggu, Kecamatan Rungan Barat mendapat 1 perak dan 3 perunggu, Kecamatan Manuhing memperoleh 2 perak.
“Dari 12 kecamatan yang mengikuti FBMM. Untuk sementara yang belum mendapat medali adalah Kecamatan Manuhing Raya,” terang Lumer, yang juga menjabat Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Gumas.
Dia menyampaikan, dalam kegiatan FBMM ada 16 cabang lomba yang dipertandingkan yakni karnaval budaya, habayang, balogo, tari daerah, silat Dayak, mangenta, lagu pop daerah. Berikutnya, karungut, masakan tradisional, mangaruhi, dayung tradisional, pakasak lamang, manyipet, manjawet, papipar dan maneweng, manetek serta manyila kayu.
Ditemui terpisah, salah seorang warga Kuala Kurun, Ani Sinta, 27, ketika menyaksikan lomba dayung tradisional di pelabuhan Kuala Kurun, Minggu (19/6/2016) pagi, menuturkan, menyambut baik kegiatan FBMM yang digelar tiap tahun oleh Pemkab Gumas. FBMM dinilai akan mampu mempertahankan budaya, kesenian dan olahraga tradisional Suku Dayak di Gumas.
“Kegiatan FBMM ini sangat positif . Apalagi dari berbagai lomba yang saya lihat sukup banyak pemuda dan remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan FBMM,” ucap dia. (EP/*)








