BENGKULU –
**Borneonews, Mukomuko** Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memulai pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi jalan dari kendaraan yang melintas dengan tonase melebihi batas yang ditentukan, khususnya di wilayah perbatasan antara Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Barat. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu, Taufik Erfin, mengungkapkan bahwa jembatan timbang ini menjadi salah satu hasil pembicaraan yang dilakukan bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Perhubungan Mukomuko. Dalam sesi diskusi tersebut, terdapat kesepakatan untuk pembangunan jembatan timbang yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi jalan di sekitar. Kunjungan kerja Taufik Erfin ke Mukomuko juga melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Pulau Baai, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Simpang Nangka, dan Pengawas Satuan Pelayanan UPPKB Padang Ulak Tanding. Dalam kegiatan tersebut, Taufik bersama sejumlah ketua kelompok kerja yang berfokus pada pengembangan sarana jalan dan lalu lintas juga hadir untuk mendukung inisiatif pembangunan. Sebagai bagian dari persiapan, Taufik Erfin melakukan peninjauan lokasi yang diusulkan untuk jembatan timbang di rest area Mukomuko bersama Kepala Dinas Perhubungan daerah setempat. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan akan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan. Salah satu tahapan penting adalah penyerahan lahan kepada Kementerian Perhubungan, yang harus dilakukan sebelum studi lengkap mengenai pembangunan dapat dilakukan. Taufik berharap, dengan adanya jembatan timbang, pengawasan atas kendaraan yang melintasi jalan akan semakin baik. Dalam konteks ini, ia menyoroti pentingnya penanganan kendaraan pengangkut CPO yang sering kali masuk ke wilayah tersebut, sehingga kondisi jalan di Mukomuko bisa terjaga dengan baik dan terarah. Untuk tahapan pelaksanaan, Taufik menyatakan bahwa fase pertama proyek ini diharapkan dapat dimulai selama periode kepemimpinan Prabowo. Proses ini mencakup penyerahan lahan, pembuatan studi, serta pengusulan anggaran untuk proyek jembatan timbang. Besaran anggaran yang diperlukan untuk pembangunan ini akan didasarkan pada Detail Engineering Design (DED). Selain pembangunan jembatan timbang, Taufik juga menambahkan bahwa rest area Mukomuko bisa berfungsi sebagai lokasi pengembangan potensi usaha mikro kecil (UKM). Di sepanjang lokasi tersebut, terdapat kios-kios yang diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). ANTARA