BANGKA BELITUNG –
**Borneonews, Pangkalpinang** Pelajar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap bimbingan teknis (bimtek) Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dan pemasaran digital produk UMKM. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 60 orang pelajar yang berasal dari perwakilan SMAN dan SMKN di daerah tersebut. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendorong inovasi di kalangan generasi muda serta memajukan UMKM yang ada di daerah tersebut. Penjabat Ketua TP PKK Kepulauan Babel, Safriati Safrizal, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memotivasi pelajar untuk menggali potensi diri serta berinovasi demi kemajuan UMKM. "Kita berharap kegiatan ini dapat memotivasi pelajar menggali potensi dan berinovasi untuk memajukan UMKM ini," ujarnya di Pangkalpinang. Kegiatan bimtek ini merupakan rangkaian acara yang memperingati Hari Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Nasional, serta HUT Ke-79 Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat meningkatkan pengetahuan mereka mengenai UMKM dan menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Safriati juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan teknologi dan perangkat digital yang ada, terutama handphone, untuk melakukan pencarian informasi terkait produk atau potensi yang ada di Kepulauan Babel. "Marilah kalian menjelajah, mencari sebanyak-banyaknya terkait dengan produk atau potensi yang ada di Kepulauan Babel," jelasnya. Dia mendorong agar anak-anak muda ini dapat menggunakan gadget mereka untuk pemasaran digital, sehingga dapat memberikan keberkahan bagi kehidupan mereka. Ia menjelaskan bahwa banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk-produk dengan nilai jual tinggi, dan berharap produk UMKM tersebut dapat dipasarkan hingga ke pasar internasional. Sebagai contoh, ia menyebutkan harga kerang lokan yang dapat mencapai Rp500.000 per kilogram jika dijual di Korea, sementara di Bangka Belitung sendiri harganya hanya sekitar Rp40.000 per kilogram. Selain itu, ada juga inisiatif mengolah tumbuhan liar, seperti nanas di tepi pantai, menjadi produk yang memiliki nilai jual. "Kegiatan ini mendorong untuk bisa berinovasi melalui HaKI agar produk kalian itu akan dilindungi," tambahnya. Menurutnya, saat ini dunia berada dalam genggaman tangan kita, dan handphone yang kita miliki sudah memungkinkan kita untuk melihat berbagai informasi, termasuk dalam memasarkan produk-produk melalui pemasaran digital. "Yuk, kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, cintai makanannya, dan marilah kita berinovasi, meningkatkan rasa, varian, dan sebagainya," ajaknya. Safriati berharap agar kegiatan ini dapat membawa para peserta menuju langkah yang lebih maju dibandingkan keadaan saat ini. "Semoga kalian bisa menjadi duta dari sekolah masing-masing dan Insya Allah, beberapa tahun ke depan, kalian semua akan menjadi pengusaha muda di Bangka Belitung," tutupnya. ANTARA