JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Asset Management Centre (JAMC) sedang dalam proses penyusunan konsep penataan reklame yang bertujuan untuk memberikan tampilan yang lebih teratur dan estetik di jalan H.R. Rasuna Said dan jalan Pangeran Antasari. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan lingkungan yang lebih baik tanpa mengurangi nilai estetika kota Jakarta. Kepala Satuan Pelaksana Pengembangan Usaha, Komunikasi, dan Kemitraan UP JAMC, Caryoto, menekankan pentingnya penataan ini dengan mempertimbangkan dampak visual dan lingkungan. Dalam acara daring yang bertema *Optimalisasi Pemanfaatan Titik Reklame Menuju Jakarta Sebagai Kota Global*, yang diadakan oleh Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Caryoto menjelaskan bahwa konsep penataan reklame ini merupakan bagian dari kajian mendalam terhadap kawasan yang memiliki potensi untuk reklame. Dalam pelaksanaannya, penyusunan konsep dilakukan dengan menggandeng konsultan-konsultan berpengalaman agar hasil kajian dapat memberikan masukan yang berharga bagi UP JAMC. Diharapkan, kajian tersebut akan mampu mempertimbangkan berbagai aspek dalam optimalisasi pemanfaatan aset terutama di jalan H.R. Rasuna Said dan jalan Pangeran Antasari. Caryoto menyatakan bahwa tujuan akhir dari penataan ini adalah untuk menciptakan tatanan reklame yang teratur, aman, dan selaras dengan karakteristik setempat. Hal ini selaras dengan upaya JAMC untuk mendukung pencapaian Jakarta sebagai sebuah kota global melalui optimalisasi pemanfaatan aset yang terstrategi, terutama dalam penyelenggaraan reklame. Berbicara tentang jenis reklame yang mendominasi di Jakarta saat ini, Caryoto menyebutkan bahwa jenis reklame yang paling umum adalah videotron atau layar LED. Meskipun demikian, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai jumlah reklame tersebut. Menurutnya, di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, banyak ditemukan berbagai bentuk reklame jenis LED, sedangkan billboard juga masih terlihat banyak. Mekanisme pemanfaatan titik reklame di Jakarta dikelola melalui berbagai metode, termasuk pemilihan mitra sewa atau lelang, mekanisme sewa dengan kompensasi, serta mekanisme sewa tanpa kompensasi dan penugasan. Caryoto juga mengungkapkan rencana untuk tahun 2024, di mana pihaknya akan melakukan pemilihan mitra sewa titik reklame untuk jembatan penyeberangan orang (JPO) dan jalan layang (*flyover*). Dia menyatakan bahwa saat ini telah dilakukan lelang untuk 22 titik, dan ada banyak peminat yang menunjukkan minat untuk berpartisipasi. Saat ini, proses pembuatan draf perjanjian kerja sama sedang berlangsung. ANTARA