BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews, Bandarlampung** - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengungkapkan bahwa pelaksanaan sayembara akan menjadi metode yang efektif dalam mengumpulkan naskah kuno yang masih tersimpan di masyarakat. Menurutnya, pengumpulan naskah kuno tersebut memiliki rencana jangka panjang dan dilakukan secara bertahap, mengingat bahwa aktivitas ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Fahrizal Darminto juga menyatakan bahwa sayembara ini dapat berfungsi sebagai salah satu upaya untuk mempercepat proses pengumpulan naskah kuno yang ada di kalangan masyarakat. Dia percaya bahwa di setiap desa, terutama di rumah-rumah tua, terdapat banyak naskah kuno yang bisa dianggap sebagai pusaka. "Dengan adanya sayembara ini, masyarakat yang memilikinya diharapkan dapat menyerahkan naskah-naskah tersebut ke museum," tegasnya. Selanjutnya, Sekda mencatat bahwa pemerintah daerah merencanakan untuk memberikan insentif dalam bentuk nilai tertentu bagi masyarakat yang bersedia menyumbangkan naskah kuno mereka, sebagai bentuk motivasi untuk menambah koleksi naskah di museum. Tanggapan dari Pamong Budaya Ahli Madya di Museum Lampung, I Made Giri, juga menyoroti pentingnya upaya ini. Ia mengakui bahwa saat ini masih terdapat banyak naskah kuno yang ada di masyarakat. Meski koleksi di museum sudah cukup banyak, usaha untuk terus menambah koleksi tersebut tetap digencarkan. "Kami sangat berupaya agar koleksi bisa bertambah, karena naskah-naskah kuno ini memiliki cara penanganan yang cukup rumit dan perlu perhatian khusus agar tetap terjaga kualitasnya," jelas I Made Giri. Ia menambahkan bahwa saat ini, koleksi naskah kuno di Museum Lampung sangat beragam, termasuk naskah menggunakan aksara Lampung kuno yang ditulis di berbagai media seperti gelumpai dari kulit kayu Halim, dluwang, bambu, dan tanduk binatang. Upaya untuk terus mengoleksi naskah-naskah kuno akan selalu dilakukan, mengingat pentingnya artefak ini dalam melestarikan warisan budaya. ANTARA