JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu telah mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan area galangan kapal (*docking*) di Pulau Kelapa sebagai lahan pertanian. Inisiatif ini merupakan penerapan sistem pertanian di lahan terbatas atau (*urban farming*), yang kini semakin relevan dalam konteks urbanisasi yang pesat. Baru-baru ini, Sudin KPKP berhasil melakukan panen perdana dari program ini, dengan mencatat total delapan kilogram cabai yang dipanen. Penanaman cabai tersebut telah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu, dan panen ini merupakan yang ketiga kalinya. Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP, Parsan, menyatakan bahwa kegiatan pertanian ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan lingkungan. Bukan hanya itu, program penanaman cabai ini juga membawa nilai sosial dengan menciptakan kebersamaan di antara warga sekitar. "Kami berharap program ini bisa membantu warga mendapatkan produk pangan murah berkualitas," tambah Parsan. Hasil panen yang dikumpulkan, yaitu sebanyak delapan kilogram, akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, petugas *docking*, penyuluh perikanan, dan pihak-pihak lainnya yang turut terlibat dalam program tersebut. Di sisi lain, Ketua RW 01 Pulau Kelapa, Sobri, memberikan apresiasi terhadap upaya petugas *docking* dalam mengembangkan budidaya cabai sehingga hasilnya dapat dipanen. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan pendampingan dan pembinaan yang diberikan oleh Sudin KPKP Kepulauan Seribu dalam proses budidaya tanaman ini. Sobri menegaskan bahwa kegiatan ini membuktikan bahwa lahan yang tersedia di pulau-pulau juga bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai sayuran dan buah. "Kami sangat berterima kasih kepada Sudin KPKP yang telah melakukan pendampingan kepada warga dan petugas di lapangan," ujarnya. Inisiatif ini bukan hanya meningkatkan ketersediaan pangan lokal, tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pertanian, sehingga memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut. ANTARA