**Borneonews**, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), telah melakukan penandatanganan perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan Pertamina EP Cepu untuk pasokan gas dari Blok Cepu. Selain itu, PGN juga melakukan amandemen PJBG dengan Saka Energi Muriah Ltd untuk pasokan gas dari Blok Muriah.
Acara penandatanganan ini berlangsung selama pembukaan IOG Supply Chain & National Capacity Summit 2024 (IOG SCM Summit) di Jakarta. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, melakukan penandatanganan tersebut yang disaksikan oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, serta Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.
Dalam pernyataannya, Menteri Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa potensi gas yang signifikan telah ditemukan di Indonesian Deepwater Development (IDD), dengan estimasi cekungan gas mencapai kurang lebih 20 triliun kaki kubik (TCF). Selain itu, potensi gas juga teridentifikasi di wilayah Masela dan Andaman.
Mengelola potensi gas ini dengan baik adalah kunci. Kita perlu berkolaborasi dan memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mengelolanya, ungkap Luhut dalam sesi keynote speech di ajang tersebut. Ia juga menambahkan bahwa ada tiga strategi utama untuk memastikan keamanan energi di Indonesia, salah satunya adalah dengan memanfaatkan pasokan gas domestik.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan bahwa pengembangan industri migas di dalam negeri akan memperkuat rantai pasokan, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mempercepat penyediaan barang serta jasa. Dia juga menekankan kontribusi signifikan dari pengembangan pasokan gas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala SKK Migas, Dwi Sutjipto, memberikan harapan bahwa ajang IOG SCM Summit ini dapat memperkuat sektor hulu migas dan memastikan pasokan yang tidak hanya kuat, tetapi juga fleksibel dalam beradaptasi dengan kebutuhan pasar global.
Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, menegaskan bahwa ketiga perhatian dari pemerintah dan regulator ini juga menjadi fokus PGN. Dengan perjanjian PJBG dari Blok Cepu, PGN akan mengelola jaringan gas rumah tangga di Lamongan, Jawa Timur, yang sebelumnya mendapatkan pasokan gas dari Madura Offshore dan kini akan dialihkan dari Jambaran Tiung Biru (JTB).
Volume gas yang disalurkan dari Blok Cepu tercatat sebesar 0,2 MMSCFD hingga tahun 2029, sesuai jangka waktu produksi gas dari Lapangan JTB. Selain itu, melalui amandemen PJBG dari Blok Muriah, PGN berhasil menambah jumlah volume kontrak sebesar 5.000 BBTU dari Lapangan Kepodang di Wilayah Kerja Muriah, sehingga total kontrak menjadi 19.000 BBTU. Gas bumi dari Lapangan Kepodang tersebut akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan dan industri domestik.
Pemanfaatan gas bumi domestik bagi kepentingan nasional menjadi perhatian utama kami. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan sektor-sektor pengguna gas, kami berupaya mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik, kata Arief.
Arief menambahkan, salah satu kunci untuk meningkatkan keterserapan gas ada pada infrastruktur yang tersedia. Integrasi infrastruktur di Jawa Tengah telah terbukti meningkatkan pemanfaatan gas di wilayah sekitarnya. Penandatanganan PJBG ini merupakan langkah penting untuk menguatkan pasokan di tengah meningkatnya permintaan, dengan harapan memberikan dampak positif pada ekonomi lokal maupun nasional.
PGN berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah pelanggan. Penambahan volume gas yang diperoleh akan berkontribusi pada pengembangan layanan dan aksesibilitas gas bumi, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, ujar Rosa Permata Sari, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN.
Saat ini, PGN melayani sebanyak 160 ribu pelanggan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang terdiri dari rumah tangga, pelanggan kecil, komersial, industri, dan sektor kelistrikan. Dengan demikian, jumlah masyarakat yang memanfaatkan gas bumi akan terus meningkat.
Melalui penandatanganan dua PJBG ini, kami berharap dapat memperluas jangkauan pasar. Pemanfaatan pasokan domestik dari Cepu dan Muriah akan ditujukan untuk pengguna gas di sektor rumah tangga, industri, dan kelistrikan. Di harapkan, nilai tambah dari gas bumi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh setiap sektor, tutup Rosa.
ANTARA
PGN teken perjanjian pasokan gas dari Blok Cepu dan Muriah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Memahami El Nino: Mengapa Suhu Laut Pasifik Memanas, tetapi Indonesia Bisa Mengalami Kekeringan?
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Komentar (0)
Memuat komentar…







