JAKARTA –
**Borneonews, Surabaya** - PT Pertamina Patra Niaga memberikan penghargaan kepada Dicky Aprilio atas keberaniannya menghadapi seorang pelanggan lain yang secara sembarangan membuang batang rokok yang masih menyala di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Sidoarjo, Jawa Timur. Tindakannya tersebut bukan hanya mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan, tetapi juga menunjukkan ketidakpedulian yang dapat membahayakan keselamatan umum. Akibat dari tindakan beraninya tersebut, Aprilio mengalami serangan fisik. Sebagai bentuk apresiasi, anak perusahaan dari perusahaan minyak dan gas milik negara, Pertamina, memberikan Aprilio pasokan bahan bakar Pertamax gratis selama satu tahun. Penghargaan ini disampaikan untuk mendorong lebih banyak masyarakat agar peduli terhadap keselamatan di sekitar mereka. Heppy Wulansari, selaku sekretaris perusahaan Pertamina Patra Niaga, menyatakan, "Kami mengapresiasi Dicky karena telah mengutamakan keselamatan dan telah kami akui sebagai 'Konsumen yang Peduli terhadap Keselamatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar'." Insiden ini terjadi pada tanggal 8 Agustus 2024, saat seorang penumpang microbus membuang batang rokok yang masih menyala di tempat pengisian bahan bakar, yang merupakan potensi bahaya. Usaha Aprilio untuk mencegah tindakan tersebut berujung pada keributan fisik. Wulansari juga meminta kepada seluruh pelanggan untuk berani bersuara jika mereka menyaksikan perilaku yang tidak aman di stasiun pengisian bahan bakar. Dia menekankan bahwa "Keselamatan adalah tanggung jawab bersama." Balinus Ahad Rahedi, manajer komunikasi, hubungan masyarakat, dan CSR Pertamina Patra Niaga untuk wilayah Jawa Timur, memberikan sertifikat penghargaan kepada Aprilio. Dalam keterangannya, Aprilio mengungkapkan rasa terkejutnya atas pengakuan tersebut. Ia menyatakan bahwa tindakannya merupakan respons instinktif untuk mencegah terjadinya kecelakaan. "Saya telah memperingatkannya dua kali tetapi dia mengabaikan saya, jadi saya turun dari sepeda motor untuk menegaskan kembali bahaya dari tindakannya," kenangnya. ANTARA