BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), musim kemarau akan tiba pada bulan Juli, tepatnya di minggu ketiga.
Hal itu perlu diwaspadai bersama, mengingat seiring musim kemarau itu terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan menjadi momok dan jika tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat, dikhawatirkan peristiwa pada 2015 akan terulang kembali.
"Secara dini kita tanggulangi, salah satunya menggiatkan sosialisasi langsung kepada masyarakat," kata Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kobar, Reneli saat dihubungi melalui ponselnya. Minggu (19/6/2016).
Ia menjlaskan, sosialisasi dengan mengajak serta perangkat kecamatan, desa/kelurahan yang bertujuan untuk memberikan pengertian kepada warga, terkait masalah karhutla. Yang mana salah satu penyebabnya ditengarai karena pembukaan lahan untuk lahan pertanian.
"Selain sosialisasi kepada masyarakat, kami juga mengajak serta pihak perusahaan yang ada di Kobar, untuk bersama-sama mencegah bencana karhutla," ujarnya.
Reneli menegaskan, menghadapi ancaman besar seperti bencana karhutla, diperlukan kerjasama antar semua pihak, tidak hanya selalu pemerintah yang bertanggungjawab. Kobar sendiri dalam hal ini, telah membentuk tim reaksi cepat (TRC), sebagai pos komando gabungan pengendalian siaga karhutla 2016.
"Tim ini merupakan gabungan personel dari Kodim 1014/PBN, Polres Kobar, BKSD dan BPBD Kobar. Mereka akan siaga 24 jam penuh," sebutnya.
Ia menambahkan, untuk masalah sarana dan prasarana seperti peralatan pemadam kebakaran, dirasa sudah cukup tinggal bagaimana kesiapan petugas dan masyarakat menghadapi bencana tersebut.
Selain itu, kesadaran masyarakat untuk mencegah karhutla, khusus di Kobar sudah tinggi. Terbukti, 23 kelompok pengendalian karhutla Kobar telah terbentuk dari kecamatan, Kelurahan dan desa. Berikut daftar kelompok yang telah mendaftar sebagai relawan karhulta 2016, Kelurahan Mendawai seberang 19 orang, Sidorejo 20 orang, Baru 26 orang, Raja 15 orang, Raja seberang 12 orang, Mendawai 34 orang, Kotawaringin Hulu 27 irang, Madurejo 20 orang, Kumai 20 orang candi 20, Kumai hilir 10 orang.
Sedangkan tingkat desa adalah sebagai berikut, Sebuai timur 18 orang, Lada Mandala Jaya 20 orang, Umpang 20 orang, Sungai melawen 20 orang, Sungai kuning 20 orang, Sumber agung 20, Mulya jadi 20, Natai kerbau 20, Karang sari 18, Marga mulya 25, Kebun agung 20, Pangkalan banteng 18 dan Kecamatan Arsel 8 orang.(CR-1/m)








