JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengajak pelaku usaha dan pekerja di Indonesia untuk menerapkan paradigma produktivitas hijau sebagai upaya untuk menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. Dalam pembukaannya di Seminar Nasional Produktivitas Hijau 2024 yang digelar di Jakarta, Fauziyah menekankan bahwa bagi para pelaku industri, produktivitas hijau merupakan paradigma yang perlu diterapkan dalam menjalankan usaha. Fauziyah menambahkan bahwa dunia saat ini telah mulai menyaksikan adanya pergeseran dalam tren ketenagakerjaan, yang ditandai dengan integrasi konsep produktivitas hijau ke dalam berbagai sektor. Hal ini bertujuan untuk menciptakan "pekerjaan hijau" yang juga membutuhkan dukungan dari para pekerja. Dalam konteks ini, pemerintah menjalankan berbagai langkah untuk mempromosikan konsep produktivitas hijau di Indonesia. Salah satu langkah tersebut adalah dengan mengedepankan aspek keberlanjutan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Lebih jauh, Menteri Fauziyah memastikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan akan terus merancang dan melaksanakan program yang dapat mendukung percepatan produktivitas hijau. Ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan entitas bisnis, sektor industri, dan sektor pendidikan. Seminar nasional ini diharapkan menjadi salah satu inisiatif dari kementeriannya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Fauziyah mengakui bahwa transisi ke produktivitas hijau memerlukan upaya dan investasi yang signifikan. Ini termasuk investasi di bidang penelitian, pengadaan teknologi, pengelolaan limbah industri, serta pengembangan sumber daya manusia. Ia percaya bahwa untuk sepenuhnya mengadopsi produktivitas hijau dan mengejar proses industri yang lebih ramah lingkungan, entitas bisnis mungkin harus menghadapi penurunan pendapatan dalam jangka pendek. Namun, Fauziyah optimis bahwa dalam jangka panjang, konsep produktivitas hijau akan membantu meminimalkan dampak merugikan dari aktivitas bisnis terhadap lingkungan, yang pada akhirnya akan mengarah pada efisiensi biaya dan produksi. Dengan demikian, penerapan paradigma ini tidak hanya bermanfaat bagi keberlanjutan lingkungan tetapi juga untuk keberlangsungan usaha itu sendiri. ANTARA