JAYAPURA –
**Borneonews, Jayapura** - Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, mengharapkan bahwa pelaksanaan Festival Kopi (Feskop) 2024 yang ke tujuh dapat menjadi ajang untuk mengembangkan industri kopi serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Cenderawasih. Dalam sambutannya di acara Feskop 2024 yang berlangsung di Kota Jayapura, Ramses menjelaskan bahwa kopi kini bukan lagi barang yang asing bagi masyarakat. Sebaliknya, kopi telah menjadi bagian dari kultur masyarakat Papua, sehingga kegiatan ini berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam industri kopi dan UMKM. Lebih lanjut, Ramses menegaskan bahwa Festival Kopi Papua 2024 diselenggarakan berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Papua. Ia berharap acara ini dapat memberikan daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat umum maupun bagi para penikmat kopi. Di dalam festival tersebut, pengunjung tidak hanya akan disuguhkan produk-produk terbaik dari UMKM Papua, tetapi juga beragam atraksi seni dari musisi yang sangat dinantikan oleh para hadirin. Kopi Papua, khususnya yang jenis arabica, terkenal di seluruh nusantara karena memiliki cita rasa yang unik dan khas. Ramses juga menekankan pentingnya sinergi yang terjalin antara berbagai pihak dalam membantu serta mendorong pengembangan industri kopi dari hulu hingga hilir. Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Faturachman, menyatakan bahwa Festival Kopi Papua akan berlangsung dari tanggal 14 hingga 18 Agustus di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Acara ini melibatkan sebanyak 44 pelaku UMKM yang merupakan binaan perbankan. Faturachman menjelaskan bahwa Feskop menargetkan hasil sebesar Rp3,9 miliar dengan rincian mencakup target business matching ekspor sebesar Rp1,5 miliar, total nilai transaksi mencapai Rp900 juta, dan total nilai penjualan pasca acara yang diperkirakan sebesar Rp1,5 miliar. ANTARA