JAKARTA –
**Borneonews**, Sorong, Papua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa satu unit jembatan penghubung di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya mengalami kerusakan parah dan putus setelah dihantam banjir. Kejadian ini merupakan dampak dari hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sorong sejak siang hari pada Selasa, 13 Agustus. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi jembatan untuk mempercepat penanganan serta mitigasi dampak kerusakan. Putusnya jembatan ini menyebabkan beberapa daerah, termasuk Distrik Segun, Seget, Makbon, dan Sayosa Timur, tidak dapat dilalui oleh kendaraan, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat setempat. Banjir ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur, tetapi juga merendam areal persawahan, perkebunan, serta rumah-rumah warga. Dalam kondisi ini, BNPB terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sorong untuk memastikan bahwa hambatan yang disebabkan oleh banjir dapat diatasi dengan cepat. Hal ini penting untuk menjamin bahwa upaya penanganan tetap berfokus pada lebih kurang 2.000 keluarga yang terdampak bencana. Ribuan keluarga tersebut tersebar di 20 distrik, tempat tinggal mereka terendam banjir dengan tinggi muka air mencapai lebih dari 80 centimeter. Abdul menegaskan bahwa kondisi masyarakat yang terdampak bencana merupakan hal yang menjadi prioritas utama dalam upaya penanganan. BNPB berkomitmen untuk memberikan dukungan dan memastikan pemulihan yang efektif bagi korban yang mengalami kesulitan akibat bencana ini. ANTARA