BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews**, Bandarlampung - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan bahwa pembangunan Kota Baru, yang berfungsi sebagai pusat perkantoran baru pemerintahan Provinsi Lampung di Kabupaten Lampung Selatan, memiliki prospek yang positif untuk dilanjutkan. Direktur Regional I Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menyatakan bahwa dengan adanya tanah yang sudah tersedia, langkah untuk melanjutkan pembangunan tentu akan diambil. Namun, dia mengingatkan pentingnya merancang formula yang inovatif, terutama dalam memperhatikan permintaan dan kebermanfaatan dari proyek tersebut. Perhitungan yang seimbang dan matang dalam proses pembangunan Kota Baru diharapkan dapat secara alami meningkatkan perkembangan di area sekitarnya. Menyoroti pembangunan kota satelit yang telah dilakukan di sekitar Jakarta, Abdul Malik menjelaskan bahwa luas lahan seluas 1.300 hektare untuk proyek ini akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pembangunan. Oleh karena itu, perlu untuk mendesain proyek ini agar semua aspek berjalan dengan efektif. Sebelum melanjutkan pembangunan, sejumlah faktor harus dipertimbangkan, seperti identifikasi siapa yang akan tinggal di lokasi tersebut serta ketersediaan fasilitas umum dan penunjang lainnya. Abdul Malik menambahkan, setiap perkembangan yang dicapai harus memberikan kemudahan bagi penduduknya agar mereka bisa tinggal dengan nyaman dan bahagia. Lebih lanjut, perawatan terhadap proyek yang sudah terbangun menjadi hal penting agar Kota Baru dapat berfungsi dengan baik. Dia menyampaikan bahwa penting untuk mempelajari pembangunan yang ada saat ini agar ke depannya dapat disusun rencana yang lebih baik. Abdul Malik menekankan perlunya merumuskan kembali tahapan-tahapan proyek ini agar lebih bermanfaat. Saat ini, Bappenas tengah menjalankan kegiatan terkait master plan kota aglomerasi Bandarlampung. Dalam upaya ini, Bappenas berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk menyelesaikan pembangunan Kota Baru secara bertahap. Salah satu indikator kemajuan adalah beroperasinya rumah sakit yang telah melayani masyarakat, menjadi salah satu fasilitas umum yang esensial. Nantinya, rencana pengembangan akan berfokus pada penyeimbangan antara fungsi pemerintahan, hunian, dan komersial di lokasi tersebut. Pihak Bappenas berharap bahwa dengan kolaborasi yang dilakukan, Kota Baru dapat menjadi lebih hidup dan dinamis, di mana setiap elemen saling melengkapi untuk memastikan keberhasilan proyek ini. Kota Baru, yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, dibangun di atas lahan seluas 1.580 hektare dengan total anggaran sebesar Rp341 miliar. Rencananya, kawasan ini akan menjadi lokasi pusat perkantoran pemerintahan Provinsi Lampung. Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, juga berencana untuk melanjutkan pembangunan Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung di Kota Baru setelah terhenti selama 10 tahun. Ia menekankan niat untuk memasukkan proyek ini ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) atau kawasan ekonomi khusus yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. ANTARA