JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pribadi yang teladan setelah dianugerahi penghargaan Bintang Maha Putra Nararya oleh Presiden Joko Widodo. Pemberian tanda kehormatan ini bersamaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ke-79 Tahun Republik Indonesia. Muzani mengungkapkan rasa terhormatnya atas pemberian penghargaan ini, yang ia pandang sebagai amanah dari negara untuk berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Muzani menyampaikan, “Ini adalah penghargaan yang sangat besar bagi pribadi dan keluarga saya.” Sebagai anak dari seorang pedagang batik, dia merasa sangat terhormat menerima kehormatan ini. Dalam keterangan tertulis, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi atas penghargaan yang diterimanya serta kepada Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden Terpilih, Prabowo Subianto. Ia melanjutkan, “Tentu penghargaan ini tak lepas dari dedikasi dan kepercayaan Pak Prabowo kepada kami selama ini untuk terus bekerja dan berbakti kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Kami akan terus berusaha menjadi teladan.” Pernyataan ini menunjukkan tekad Muzani untuk mengemban amanah tersebut dengan baik. Secara keseluruhan, Presiden Joko Widodo juga menganugerahi Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan kepada 64 tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi signifikan di berbagai bidang selama masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Di antara penerima penghargaan tersebut adalah Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh; Menteri Pertahanan yang juga presiden terpilih, Prabowo Subianto; serta Menteri BUMN, Erick Thohir. Pemberian tanda jasa dan kehormatan ini diselenggarakan di Istana Negara Jakarta dan dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi, dengan diawali dengan mengheningkan cipta. Para penerima anugerah berasal dari beragam latar belakang, termasuk menteri, wakil menteri, pejabat lembaga tinggi negara, pimpinan lembaga pemerintah dan non-kementerian, serta tokoh-tokoh dari bidang TNI, Polri, dan budaya. Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan pengakuan terhadap dedikasi dan kontribusi para tokoh yang telah berusaha membawa bangsa lebih maju. ANTARA