BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Akhmad Elpiansyah menegaskan timnya rutin lakukan pemantauan harga pangan.
Akhmad Elpiansyah menyampaikan, pemantauan harga dilakukan di pasar, terdiri dari dua pasar utama di Palangka Raya dan dua pasar utama di Sampit.
“Di Palangka Raya ada Pasar Besar di Jalan Lombok dan Jalan Jawa, satunya Pasar Kahayan. Begitu juga di Sampit ada Pasar Besar PPM dan Pasar Keramat,” ungkap Elpiansyah saat rangkaian gerakan pasar murah di Palangka Raya, Rabu, 14 Agustus 2024.
Elpiansyah mengatakan, melalui pemantauan di lapangan, jika ada kenaikan harga pangan dapat langsung dideteksi, bahkan laporannya akan sampai ke Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Mereka (tim lapangan) open camera dan geografik GPS jadi laporannya aktual akurat. Kita tidak cuman kita di Kalteng, se-Indonesia. Kami ada grupnya di bawah Bapanas,” sebut dia.
Ia menyampaikan Gerakan Pasar Murah hari ini dilaksanakan dengan tujuh item subsidi komoditas hanpang. Seperti beras premium, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam dan minyak goreng kemasan.
--page
“Subsidinya bervariasi terhadap harga pasar harian. Subsidi dari harga pasar real saat ini sekitar 15-30 persen,” tegasnya. (HERMAWAN DP/H)









