JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, telah meminta PAM JAYA untuk menambah pasokan air bersih di tempat pengungsian korban kebakaran yang terjadi di Jalan DR Saharjo I, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Pengajukan permintaan ini disampaikan oleh Heru ketika beliau berada di lokasi penampungan yang terletak di area parkir Pasaraya Manggarai, pada Rabu. Dalam kunjungan tersebut, Heru mencatat adanya keluhan dari para pengungsi mengenai kekurangan air bersih. Ia menjelaskan, "Tadi ada keluhan air bersih kurang, nanti saya minta PAM Jaya untuk menambah." Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Selatan, BPBD DKI, serta perwakilan dari Suku Dinas Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Sosial, yang semua terlibat dalam memberikan bantuan langsung kepada para korban musibah. Heru berharap dengan adanya keterlibatan berbagai sektor, mereka dapat langsung mengetahui serta melayani kebutuhan warga yang terkena dampak kebakaran ini. Selain itu, ia menyatakan bahwa pihaknya, bersama dengan jajaran terkait, telah berkeliling di area penampungan untuk mengevaluasi dan meningkatkan fasilitas yang ada. Hal ini mencakup penyediaan makanan, pelayanan kebersihan, hingga perbaikan dalam aspek kesehatan. "Termasuk juga tadi keluhan toilet kurang, saya akan koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup, kira-kira itu keluhan mereka," ujar Heru. Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang telah bertindak responsif dalam memadamkan api selama insiden tersebut. Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan untuk melakukan revitalisasi daerah-daerah yang dianggap kumuh, yang akan dimulai dengan diskusi bersama pihak-pihak terkait. Heru menambahkan, "Secara bertahap kita mau RW-RW kumuh itu kita revitalisasi, ya, sebagai contoh di Palmerah, Cempaka Putih, Muara Angke, dan seterusnya. Nah ini sedang diskusi sama pemilik lahan, ya, PT Kereta Api." Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggandeng kepala sekolah untuk memfasilitasi penggalangan dana bagi penyintas kebakaran di lokasi yang sama. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI pun dilibatkan untuk melayani penggantian dokumen yang rusak akibat kebakaran. Dilaporkan bahwa kebakaran di permukiman tersebut mengakibatkan sebanyak 3.332 individu dari 1.172 keluarga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, insiden tersebut juga mencatat adanya tujuh korban luka yang perlu mendapatkan perhatian medis. ANTARA